Kondisi jalur di selatan Pasar Kidul Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Pasar Kidul Bangli makin tambah semrawut. Hal itu menyusul berdirinya sejumlah lapak dagangan yang mencaplok sebagian badan jalan di sisi selatan areal pasar. Keberadaan lapak tersebut menyebabkan jalur yang biasa dilalui kendaraan itu menjadi semakin krodit.

Berdasarkan pantauan Minggu (6/4), sejumlah lapak baru tampak berdiri di selatan pasar. Menurut informasi lapak yang beratapkan seng dan memakan sebagian badan jalan tersebut didirikan oleh pedagang yang sebelumnya berjualan di lantai atas. Lapak itu didirikan sejak beberapa minggu terakhir. Sebelumnya didirikan lapak, di lokasi tersebut dijadikan pihak pengelola pasar sebagai tempat parkir pengunjung pasar.

Kelian Adat Banjar Pule, Made Sukadana menilai pengaturan Pasar Kidul selama ini tidak pernah jelas. Melubernya pedagang hingga ke jalan diakuinya cukup mengganggu lalu lintas warga yang tinggal di sekitar pasar. Tak hanya yang di selatan pasar, yang ditimur pasar pun diakuinya semrawut. Mengenai hal itu, Sukadana mengaku sudah sering menyampaikan ke Disperindag Bangli. Hanya saja tidak pernah ada action yang jelas.

Baca juga:  Tim Gabungan Tertibkan Pedagang di Badan Jalan

“Harapan kami pasar bisa betul-betul ditata dan dikelola dengan baik. Pengelolaannya kalau bisa melalui perusda. Kalau nanti sudah selesai pembangunan di Loka Crana, kami harapkan nantinya pedagang yang meluber ke jalan bisa bersih,” harapnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya saat dikonfirmasi mengatakan bangunan lapak tersebut merupakan penambahan lapak dari pedagang yang sudah ada di sana. Jadi bukan milik pedagang baru. Mengenai hal itu pihaknya mengaku sudah sempat melarang pedagang menambah lapak. “Kita juga sudah perintahkan kepala pasar agar tidak menambah lagi lapak-lapak yang sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pasar Kidul, Jero Sabda dikonfitmasi terpisah mengatakan lapak tersebut didirikan pedagang untuk berjualan sementara waktu. Menurutnya pedagang yang menempati lapak tersebut merupakan korban musibah kebakaran. Mereka dulunya berjualan di terminal Loka Crana. “Itu sifatnya sementara. Kalau nanti sudah tuntas pasarnya, mereka akan dipindah ke atas,” tandasnya. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.