PONTIANAK, BALIPOST.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang meninjau langsung daerah perbatasan dan bertatap muka bersama prajurit TNI/Polri yang bertugas diberanda wilayah terdepan NKRI.

“Hal menarik yang kami temukan adalah di perbatsan masih banyak ditemukan jalan-jalan tikus. Nantinya TNI, Polri, Dirjen Bea Cukai, akan berkoordinasi untuk bisa menghalau, mendeteksi, dan terus berupaya menghambat adanya penyelundupan,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan pers bersama di Landasan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (27/4), usai meninjau dua wilayah perbatasan di Entikong dan Aruk.

Panglima TNI mengatakan temuan di lapangan ini akan menjadi masukan bagi pemerintah pusat untuk menciptakan sistem manajemen pengelolaan perbatasan menjadi lebih baik. Sebab, berbagai persoalan penyelundupan di wilayah perbatasan seringkali terjadi antara lain narkotika, illegal logging, perdagangan manusia termasuk masuknya tenagabkerja asing (TKA) yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

“Ini harus diatasi hanya dengan kerjasama antara TNI/Polri/BeaCukai, dan aparat terkait agar bisa membantu pemerintah untuk menyeselesaikan persoalan-persoalan jalan tikus yang digunakan untuk penyelundupan,” ucap Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI wilayah perbatasan di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia dan Brunei Darussalam memiliki rentang jalur perbatasan yang panjang dan di sepanjang area perbatasan itu ribuan jalan tikus bisa dengan nudah dilalui. Untuk Kalimantan Utara saja, dia menyebut jumlah jalur tikusnya mencapai 2.000 jalan tikus.

Baca juga:  Anggaran Fasilitasi Pemilu 2019 di Klungkung Capai Rp 15 Miliar

Ia memperkirakan jumlah itu hampir sama dengan yang ada di Kalimantan Barat. “Saya kira banyak, misalnya di kalut kita temukan sepanjang jalan di perbatsan, ada 2000 jalan tikus. Di sini, saya kira hampir sama,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku gembira adanya kekompakan dari TNI dan Polri dalam memajukan daerah perbatasan. “Ini modal sangat penting,” tegas Kapolri.

Dari pengakuan masyrakat sendiri, menurut Kapolri masyarakat di Entikong dan Aruk mengaku banyak terjadi kemajuan yang mereka rasakan. Kemajuan yang dirasakan itu membuat para personel TNI dan Polri menjadi termotivasi dalam menjalankan tugasnya. “Tampilan di perbatasan dulu jomplang dengan negara tetangga kita. Sekarang jomplang juga, tapi jomplangnya kita lebih baik dari Malaysia. Ini karena manajemen perbatasan kita lebih baik,” ucap Kapolri.

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang membenarkan penjelasan petinggi TNI dan Polri itu. “Apa yang dijelaskan Panglima TNI dan Kapolri itu benar, bahwa prajurit TNI dan Polri di perbatsan bukan sekadar menjaga perbatasan, tapi juga memerikan pendidikan kepada masyarakat,” kata Oesman Sapta.

Keberadaan personel TNI dan Polri sangat membantu masyarakat di wilayah perbatasan dan guru-guru di sana yang jumlahnya sangat minim. “Jika guru-gurunya terlambat dan tidak datang, maka digantikan oleh prajurit TNI untuk mengajar anak-anak di sekolah,” sebutnya. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.