LAMONGAN, BALIPOST.com – Dua pelajar SMA negeri di Kabupaten Lamongan berhasil menyabet medali emas di ajang Indonesian Science Project Olympiad 2018 di Jakarta. Mereka menciptakan alat cuci piring yang bisa mengolah limbah air kotor tanpa menggunakan listrik.

Dua pelajar berpestasi tersebut adalah Oktaviana Galuh Pratiwi dan Hafidz Alfarobi. Keduanya duduk dibangku kelas XI, SMAN 2 Lamongan.

Hasil karya mereka Super Dishwash merupakan alat cuci piring dengan teknologi pompa hidran modifikasi dan filtrasi air sederhana. Alat ini selain hemat air juga hemat listrik.

Menurut Oktaviana, karya ilmiah ini tercipta dari rasa keprihatinan dengan mewabahnya penyebaran penyakit difteri di Indonesia. Tercetus ide menciptakan alat sederhana cuci piring dengan memanfaatkan kembali limbah cucian piring.

Ia mengatakan alat ini bisa digunakan pedagang kaki lima yang berjualan makanan. Sebab, selama ini banyak ditemui pedagang yang air cucian piringnya tidak higienis karena penggunaannya berulang kali.

untuk merubah limbah cucian piring ini menjadi higienis, langkah pertama yang dilakuan adalah menyiapkan bak penampung air limbah cucian piring. Setelah itu material penyaringan, spons, pasir, arang, batu kerikil, dan sabut kelapa, dimasukkan ke dalam satu bak penampung air limbah.

Baca juga:  Listrik PLTS Bangklet Resmi Dijual ke PLN

setelah dilakukan proses menata material filter, air limbah bekas cucian piring bisa dimasukkan ke dalam bak penampung. Secara otomatis, air limbah cucian piring ini akan bergerak ke bawah melalui bak penampung kedua, yang kemudian disalurkan melalui pipa ke tabung pompa hidran sederhana. Pompa itu akan menyalurkan air ke atas masuk ke bak penampung pertama.

Air yang dipompakan ke atas ini sudah dalam kondisi setengah bersih. Setelah proses penyaringan kedua, akan diperoleh air bersih yang bisa dimanfaatkan kembali untuk mencuci piring. Kebersihan dari air penyaringan kedua ini berdasarkan hasil uji lab juga dinyatakan layak dan aman untuk digunakan kembali mencuci piring.

Berkat karyanya, kedua pelajar ini pada Juli mendatang akan mewakili Indonesia di ajang International Science Project Olympiad di Thailand. (kmb/surabayatv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.