Warga sedang membersihkan puing-puing sisa kebakaran dua bangunan utama Pura Dalem Sukaluwih, Minggu (25/3). (BP/ist)

GIANYAR, BALIPOST.com – Suasana Palebon di kuburan Dalem Puri, Desa Pakraman Batuan, Kecamatan Sukawati mendadak tegang, Minggu (25/3) siang. Pasalnya beberapa menit setelah pembakaran jenasah, terjadi kebakaran pada dua bangunan utama di Pura Dalem Sukaluwih yang tempatnya bersebelahan dengan kuburan tersebut. Akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai Rp 500 Juta.

Informasi dihimpun kebakaran pertama kali diketahui oleh I Nyoman Gotra. Kala sedang mengukir paras candi bentar Pura Prajapati yang terletak di jaba sisi Pura Dalem Sukaluwih, ia tiba-tiba saja melihat kepulan asap. Awalnya ia menduga itu kepulan asap dari prosesi pembakaran jenasah yang berlangsung di kuburan Dalem Puri.

Tanpa ada rasa curiga ia pun melanjutkan pekerjaan. “Saya kira itu asap dari upacara di kuburan,” katanya.

Tidak berselang lama, terdengar suara letupan yang disertai dengan kobaran api pada atap ijuk bangunan Bale Peselang Agung yang posisinya di Utama Mandala sebelah selatan. Terkejut dengan temuan itu, I Nyoaman Gotra langsung lari ke jalan raya Batuan untuk meminta pertolongan.

Krama yang kala itu menyaksikan prosesi palebon pun mendadak tegang. Beberapa dari mereka langsung bergerak melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Suara kulkul bulus pun membuat krama tumpah ruah datang ke Pura membantu memadamkan api.

5 Unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gianyar segera datang melakukan upaya pemadaman. Namun dikarenakan atap berbahan ijuk, proses pemadaman memakan waktu cukup lama.

Baca juga:  Pasar Anyar Sari Terbakar

Baru sekitar pukul 14.00 wita, api dan asap yang masih menjalar di atap ijuk berhasil dipadamkan. Usai pemadaman api, krama pun turun melakukan pembersihan sisa-sisa bangunan yang terbakar.

Perbekel Desa Batuan, I Nyoman Netra meminta kepada krama agar mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. “Agar tidak menyalahkan siapa-siapa. Ini murni musibah,” pesannya.

Perbekel Desa Batuan juga berjanji akan mengupayakan dana kebencanaan dari desa untuk pemulihan jangka pendek.

Secara terpisah Wakil Bendesa Pakraman Batuan, I Ketut Wastika juga menyampaikan bahwa insiden kebakaran ini merupakan musibah. Ia pun enggan berkomentar terkait dugaan api bersumber dari percikan api Pelebon. ” Yang jelas penyebabnya karena api. Kami tidak ingin berspekulasi atau menduga-duga. Biarkan penyidik kepolisian yang ambil ranah itu,” ujarnya.

Kini krama pun fokus untuk memikirkan upacara penyapuhan dan pembangunan kembali. Sebab, bulan Mei mendatang tepatnya pada hari raya Galungan, pura ini akan menggelar piodalan nadi.

Prajuru pengempon pura pun tengah minta petunjuk kepada Ida Sulinggih. Apakah 2 bangunan utama tersebut akan dirombak total atau bagian atapnya saja. “Masih nunasin ke Griya. Karena ini menyangkut pola pikir dan rasa,” imbuhnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.