Lokasi melasti di Pantai Delodberawah. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pelaksanaan melasti di Pantai Delodberawah tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lokasi yang dulunya berada di ujung timur pantai, digeser tepat di pintu masuk atau selatan Patung Duyung.

Keputusan ini dilakukan dari kesepakatan enam Desa Pakraman yang akan menggelar mekiis di Pantai Delodberawah. Sejak akhir pekan lalu, Desa Pakraman Delodberawah selaku tuan rumah mulai melakukan persiapan dan pembersihan lahan yang akan digunakan pemelastian itu.

Bendesa Pakraman Delodberawah, I Nengah Milodana disela-sela pembersihan Sabtu (10/3) siang mengatakan ada berbagai pertimbangan dipindahkannya lokasi mekiis di Pantai Delodberawah. Di lokasi lama yang berada di timur kolam renang Delodberawah, selain sempit dan kurang representatif, juga sering tergenangi air akibat banjir rob. “Sejak awal, sebelumnya memang disini (tempat baru) inilah lokasi pemelastian. Sekarang kami pindah lagi kesini,” ujar Milodana.

Menurutnya, di lokasi baru ini merupakan kawasan “tenget” (angker). Banyak kejadian aneh ditemui termasuk saat pembersihan yang dilakukan desa akhir pekan lalu.

Sejumlah pohon yang tertata di pinggir pantai lokasi pemelastian yang baru tidak bisa dipotong. Setiap warga yang hendak memotong menggunakan mesin pemotong, muncul berbagai halangan.

Baca juga:  Warga Kelurahan Paket Agung Gelar Lomba Ngoncang

Mulai dari sulitnya menghidupkan mesin pemotong hingga mata gergaji yang patah saat digunakan memotong. Padahal diameter pohon tersebut ukurannya tergolong kecil.

Karena itu, pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan pemotongan, termasuk pohon-pohon yang ambruk akibat tergerus abrasi. “Awalnya kita berencana memotong semua, tapi dengan berbagai kejadian tersebut, kami putuskan membiarkan. Hanya membersihkan lahan sekitar,” tambahnya.

Bendesa mengakui di sepanjang pinggir pantai ini angker. Di malam-malam tertentu, di pantai yang lokasinya dekat setra itu terlihat sosok dua perempuan cantik bertubuh tinggi dan berambut panjang.

Warga meyakini, sosok dua perempuan itu merupakan mahluk halus penunggu di pantai itu. Beberapa kali, warga yang berdagang di lokasi itu mengaku melihat sosok dua perempuan itu.

Ke depan, Milodana yang sudah kedua-kali menjabat ini berharap di lokasi mekiis baru ini terus dilakukan penataan. Seperti senderan pantai untuk melindungi pantai dari abrasi, serta Patung Dewa Baruna. Sehingga menambah aura positif di Delodberawah. Diawali dengan pemindahan lokasi pemelastian yang lebih dekat dari jalan masuk. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.