SMKN
Kepsek SMKN 1 Amlapura, I Wayan Artana. (BP/nan)

AMLAPURA, BALUPOST.com – Untuk mendukung program E-learning dari pemerintah, SMKN 1 Amlapura membuat terobosan dengan cara melakukan pengadaan wifi di dalam lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan, mengingat biaya internet yang dibutuhkan siswa agar bisa menjalankan program ini cukup tinggi. Dengan adanya wifi grasti ini, maka biaya paket yang dikeluarkan siswa bias ditekan.

Kepsek SMKN 1 Amlapura, I Wayan Artana, Senin (26/2) mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan bahwa SMKN 1 Amlapura menempati peringkat ketiga dari volume peserta dalam menerapkan program E-learning. Kata Artana, untuk menyukseskan program pemerintah ini, pihak sekolah melakukan pengadaan wifi gratis untuk para siswa.

Kata Artana, upaya ini dilakukan mengingat biaya yang harus dikelurkan siswa untuk membeli paket agar bisa mengakses segala informasi lewat E-learning sangat tinggi. Karena agar mampu mengakses segala informasi, maka siswa dituntut membeli pakat agar dapat mengakses internet. Untuk pengadaan wifi ini, pihaknya menggunakan dana APBD Provinsi pada tahun 2017 lalu.

“Kalau satu siswa misalnya membeli paket seharga Rp 50 ribu, jika dikalikan dengan ratusan siswa dalam sepakan atau sebulan bisa mencapai ratusan juta. Jadi dengan adanya fasilitas wifigrasi di sekolah, jadi siswa dapat menekan biaya paket. Kita bisa mengadakan wifi ini karena kita terus melakukan komunikasi dengan pihak Telkom. Karena wifi bisa sampai di sekolah, pihak telkom beberapa kali melakukan survey ke sekolah. Dan akhirnya wifi bisa sampai disini. Sebelumnya internet belum sampai disini,” katanya.

Baca juga:  Sejumlah Sekolah di Bangli Sudah Terapkan e-Learning

Dikatakannya, program E-learning ini memang sangat penting untuk siswa. Pasalnya, dengan adanya program ini siswa bisa belajar dimasa saja. Kalau sbelumnya siswa hanya bisa belajar ketika ada guru yang mengajar di kelas, dan kalau tidak ada guru biasanya siswa enggan untuk belajar. Namun, adanya program ini siswa tidak belajar di dalam kelas saja, melainkan juga dapat belajar di luar kelas berbaur dengan lingkungan sekolah.

“Dengan program ini anak-anak bisa menambah wawasan belajar melali dunia maya. Sekarang, tinggal perhatian pemerintah saja. Karena kalau tidak didukung sara prasarana, maka sulit akan menyukseskan program ini. Jadi kita harap kedepannya pemerintah bisa kebih memperhatikan hal ini,” jelas Artana sembari berharap ada bantuan computer dari pemerintah.(eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.