Bupati Artha saat melihat kondisi Kantor PKK Jembrana yang atapnya bolong dan kondisinya memprihatinkan. (BP/ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Gedung Kantor PKK yang berada di sebelah Gedung Mendopo Kesari, kondisinya memprihatinkan. Bagian atap gedung yang difungsikan untuk kantor PKK dan rapat WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) itu sudah miring.

Bahkan beberapa bagian plafonnya sudah jebol. Kondisi bangunan lama itu sering mengganggu aktivitas di kantor. Terlebih belakangan ini hujan masih sering mengguyur.

Kondisi ini mendapat sorotan Bupati Jembrana I Putu Artha, Minggu (25/2) saat meninjau kantor tersebut. Bupati Artha didampingi Ny. Ari Sugianti dan Kepala Dinas PU Wayan Darwin sesuai Car Free Day (CFD) meninjau gedung yang berada di depan Hotel Jimbarwana itu.

Dari pengecekan, dua bangunan di kantor PKK itu semuanya mengalami kerusakan di bagian atap. Bangunan di sisi sayap yang juga digunakan untuk garasi mobil, bagian atapnya miring dan terlihat seperti nyaris roboh. Selain itu di bagian utama yang juga sering digunakan untuk rapat PKK dan WHDI, bagian plafonnya banyak yang sudah jebol. Terutama di bagian belakang bangunan utama tersebut.

Baca juga:  TNBB Hentikan Proyek Pengembangan Wisata Grojogan di Blimbingsari

Mendapati kondisi memprihatinkan tersebut, Bupati Artha meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana segera memperbaiki plafon rusak dan atapnya. “Agar segera diperbaiki plafon yang rusak secepatnya, agar tidak mengganggu kegiatan yang berlangsung di sini,” tandas Bupati Artha.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRKP Jembrana, Wayan Darwin mengatakan Dinas akan segera memperbaiki kerusakan tersebut. Dinas menurutnya sudah berencana merenovasi bangunan yang merupakan gedung lama tersebut.

Rencananya gedung ini akan dirombak dengan lantai bertingkat dua. Sehingga lebih representatif untuk kegiatan PKK dan WHDI. Sementara, terkait plafon yang jebol akan diperbaiki secepatnya. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.