Wisatawan menghabiskan liburannya di pantai. Peningkatan aktivitas Gunung Agung berdampak pada turunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pariwisata Bali, khususnya Badung pascaerupsi Gunung Agung mengalami penurunan. Kondisi ini membuat pemerintah setempat memutar otak untuk merecovery (memulihkan) citra pariwisata akibat bencana alam tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra, mengatakan telah bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan The Bali Bible/TRAVLR Australia untuk memulihkan pariwisata melalui even “The Ultimate Bali Escape Competition”.

“Kompetisi menggambarkan rencana perjalanan impian ke Bali melalui sebuah situs online The Bali Bible ini diharapkan dapat mengembalikan pariwisata Bali pascaerupsi Gunung Agung,” ujar Made Badra, Rabu (14/2).

Menurutnya, kompetisi ini telah dimulai sejak 6 Februari 2018 lalu dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2018. “Jadi peserta diminta membuat ‘Trip’ atau rencana perjalanan ke Bali di website The Bali Bible guna memenangkan tiga hadiah paket liburan senilai US$ 100,000,” katanya.

Kompetisi tersebut, kata birokrat asal Kuta merupakan salah satu cara mengembalikan pariwisata Bali yang sempat terganggu karena dampak erupsi Gunung Agung. “Jadi kompetisi ini menyasar calon wisatawan domestik dan asing dari seluruh negara, terutama Australia, New Zealand dan negara-negara Eropa. Jadi pemenangnya nanti akan dinilai berdasarkan Trip yang memiliki jumlah Unique Views paling tinggi, kedua Trip yang etrbaik dalam mempresentasikan keberagaman obyek wisata dan aktivitas di Bali, dan ketiga diberikan kepada Trip yang memiliki tema yang terbaik,” terangnya.

Baca juga:  Dewan Minta Pesisir Serangan Ditata

“Bapak bupati memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kompetesi ini, karena pemerintah memiliki tujuan meyakinkan wisatawan bali Bali telah aman untuk dikunjungi. Kami harapkan melalui kompetisi ini wisatawan asing kembali ke Bali,” harap Badra.

Sementara, General Manager The Bali Bible/TRAVLR Australia, Christopher Burns mengatakan, kompetisi ini unik karena kontestan dapat membuat Trip atau rencana perjalanan impian ke Bali tanpa perlu melakukan booking. “Kami ingin mengajak khalayak ramai untuk berpartisipasi dalam tahap ‘Dream’ atau bermimpi. Melalui situs kami, mereka (wisatawan, red) dapat mengatur perjalanan impian mereka dan kami pun dapat mengumpulkan data yang relevan untuk membantu mereka merencanakan atau memesan perjalanan mereka,” ujarnya.

Sejauh ini, sejak kompetisi resmi dibuka pada 6 Februari 2018 lalu sudah 7.000 orang berpartisipasi mengikuti The Ultimate Bali Escape Competition. Mereka telah membuat Trip atau rencana perjalanan ke Bali dan menyimpan di website The Bali Bible.

Kini baik pihak The Bali Bible/TRAVLR Australia, Dinas Pariwisata maupun BPPD optimis jumlah orang yang berpartisipasi dalam kompetisi ini bertambah sebelum resmi ditutup pada 30 Maret 2018 mendatang. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.