Logistik saat masa pengungsian. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Selama berdirinya posko pengungsi di Lapangan Sutasoma sejak 23 September, bantuan logistik yang dihimpun jumlahnya cukup banyak. Pasca dikosongkannya posko Lapangan Sutasoma Sukawati per Rabu (7/2), seluruh bantuan yang tersisa akan diserahkan ke posko pengungsi Tanah Ampo, Karangasem.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan meski posko sutasoma sudah dikosongkan pasca pulangnya pengungsi pada Selasa (6/2), pihaknya masih melakukan pendataan sisa logistik yang terhimpun. “Masih kita lakukan pendataan detailnya,” ucapnya.

Dikatakan pendataan sementara bantuan uang tunai yang masuk sejak pertama kali berdirinya posko di lapangan Sutasoma, Sukawati ini sebesar Rp 189 Juta. “Jumlah ini semua donasi dari masyarakat yang peduli pada pengungsi,” ucapnya.

Namun dari jumlah tersebut juga tercatat pengeluaran sebesar Rp 55,6 juta. Dijabarkan pengeluaran itu seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan pengungsi sehari-hari. “Semua itu untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, dan sisanya sekitar 133 juta lebih akan diserahkan ke posko Tanah Ampo, nanti dikelola di sana,” ungkapnya.

Baca juga:  Merasa Situasi Sudah Aman, Warga yang Mengungsi di Klungkung Pulang

Tidak hanya uang yang diserahkan ke posko pengungsi Tanah Ampo. Ada pula sisa beras yang kondisinya masih bagus, jumlahnya kurang lebih sebanyak 5 ton. “Selain beras juga ada mie instan dan sayur mayur, nanti semua ini kami serahkan ke Posko Tanah Ampo,” katanya.

Diberitakan sebelumnya Posko Lapangan Sutasoma, Desa Sukawati kini mulai dikosongkan. Pasalnya puluhan pengungsi terakhir memutuskan untuk pulang.

Mereka pulang atas permintaan sendiri, karena melihat turunnya aktifitas Gunung Agung. Proses pemulangan ini langsung divasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar.

Salah satu pengungsi Komang Mariani bersama anggota keluarganya mengaku memutuskan pulang karena melihat pengungsi lainya kembali ke Karangasem. “Pengungsi lainya semua pulang, jadi kami memutuskan pulang ke rumah di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem,” ucapnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.