korban
Prosesi pengabenan siswa SMP korban kekerasan seksual. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Proses upacara pengabenan Luh Gede DS, pelajar SMPN 2 Selemadeg, korban kekerasan seksual yang tewas pertengahan bulan Januari telah dilakukan, Selasa (6/2). Sejumlah warga Banjar/Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg dan keluarga besar pun turut mengiringi jenazah siswi itu ke setra desa pakraman setempat mulai pukul 09.30 wita.

Orangtua korban pun tampak masih belum bisa sepenuhnya bisa menerima kepergian putri yang dikenal periang tersebut. Selain meminta agar pihak kepolisian segera memberikan hukuman setimpal pada pelaku yakni Gung De Wiradana (24) pria yang mengaku sebagai pacar korban, keluarga Luh Gede DS juga berharap polisi melakukan rekonstruksi agar memperjelas kasus tersebut.

Apalagi sampai saat ini penyebab pasti kematian korban usai melakukan hubungan intim bersama pelaku yang mengaku pacarnya tersebut masih menjadi tanda tanya. Bahkan pihak kepolisian pun belum menerima hasil resmi autopsi. “Kami hanya minta agar kasus ini jelas, kalau boleh lakukan rekonstruksi sehingga terang penyebab tewasnya anak saya,” kata orangtua korban, I Nyoman Artikanawa, (6/2).

Disela sela prosesi upacara pengabenan, pria berusia 42 tahun itu masih teringat dengan sosok anaknya, apalagi banyak teman korban yang datang saat prosesi ngaben mengenakan seragam sekolah. Hal yang paling diingat oleh Artikawan, putrinya periang dan kerap melucu. “Anak saya sebenarnya periang, kadang juga melucu. Itu yang sulit dilupakan, ” ujarnya.

Baca juga:  Polisi Rekonstruksi Kekerasan Seksual Siswi SMP

Sementara itu Kelihan Dinas Banjar Pupuan Sawah, I Made Sukanada juga berharap agar pihak kepolisian melakukan rekonstruksi sehingga warganya tidak bertanya-tanya perihal kasus tersebut. “Biar tidak menjadi pertanyaan oleh warga kami dan memperjelas kasus meninggalnya korban, ” ujarnya.

Sebelumnya terkait kasus ini, dari pihak kepolisian telah menjelaskan jika proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan. Pihak kepolisian juga telah memeriksa saksi-saksi. Namun kini masih menunggu hasil resmi otopsi. “Proses hukumnya sudah berjalan sesuai prosedur, kami masih menunggu hasil otopsi secara resmi,” beber Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto belum lama ini.

Bahkan sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Yana juga mempersilahkan pihak keluarga dan masyarakat menyaksikan proses rekonstruksi nantinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pelajar SMP asal Banjar Dinas/Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg atas nama Luh Gede DS (14) meninggal setelah berhubungan badan sebanyak dua kali dengan pacarnya Gung De Wiradana (25) asal Banjar Dinas Puspajati, Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt, Singaraja. Informasi yang berhasil dihimpun, kedua sejoli ini mulai kenal sejak 29 Desember 2017 melalui aplikasi BBM, kemudian beberapa kali mulai ketemuan. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.