Areal pertanian yang ada di Dasong teredam air Danau Buyan yang meluap. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Petani di Dusun Dasong, Kecamatan Sukasada kembali terdampak bencana alam. Lahan pertanian yang berisi strawberry, wortel, sayur hijau, dan cabai terendam air danau yang meluap beberapa hari terakhir ini.

Atas kejadian ini, petani menelan kerugian besar karena produk pertanian busuk sebelum dipanen. Pantauan Bali Post, Kamis (1/2), intensitas tinggi air Danau Buyan belakangan terus bertambah tinggi. Tidak saja penambahan volume air, namun karena banjir bandang dari aliran sungai-sungai kecil di dalam hutan membawa tanah yang mengalami erosi.

Tak pelak, tanaman baik yang akan siap panen dan sedang dipelihara belakangan ini busuk di kebun. Petani tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah lantaran tanaman mereka gagal panen karena dampak bencana alam.

Salah seorang petani I Ketut Suwenten saat ditemui di ladangnya kemarin mengatakan, sejak musim hujan belakangan ini lahannya terus menerus terendam air. Selain karena air hujan, situasinya ditambah parah karena meluapnya genangan air Danau Buyan beberapa hari terakhir ini. Genangan air itu membuat tanaman terendam hingga membusuk di ladang.

Tak pelak, akibat kondisi ini, dia megaku setengah hektar lahan yang tadinya diharapkan akan memberikan keuntungan, namun justru kerugian yang dialaminya. Dirinya memperkirakan, kerugian yang dialami mencapai Rp 20 juta.

Untuk mengurangi kerugiannya, Suwenten berusaha tetap memelihara sisa-sisa tanaman yang masih bisa dipelihara. Akan tetapi kerja kerasnya itu tidak membuahkan hasil optimal karena kualitas sayur atau cabai turun, sehngga pengepul menawar dengan harga rendah.

Baca juga:  Air Danau Batur Meluap, Wilayah Ini Paling Parah Terendam

Dia mencontohkan, cabai besar sekarang hanya laku terjual Rp 30.000 tiap kilogram dan cabai kecil Rp 3.000. “Karena sudah busuk di ladang tanaman tidak bisa dipanen. Bagaimana lagi, tidak bisa dihindari karena hujan dan air danau meluap dia awal tahun ini rugi besar,” katanya.

Selain lahan pertanian tergenang, beberapa rumah warga dipenuhi lumpur. Ini terjadi karena dampak banjir dari dalam hutan yang mengalami erosi.

Berutnung, aliran lumpur itu tidak sampai mengakibatkan warganya mengungsi. “Kalau lumpur ini dari banjir saat hujan deras. Untuk sementara itu ada 14 KK rumah warga kami yang terdampak,” jelasnya.

Sementara itu Kelian Dusun (Kadus) Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Made Suartana mengatakan, luapan air danau diperkirakan sekitar 1 meter dengan luberan air di daratan mencapai sekitar 400 meter. Luapan air ini diduga kuat karena curah hujan tinggi dan ditambah buangan air banjir beberapa hari terakhir ini. “Selain air danau meluap karena hujan ini lahan pertanian di daerah kami tergenang dan catatan kami sementara itu mencapai 50 hektar,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.