Pelangkiran di Rumdin PN Gianyar yang ada di bawah papan nama hijau sudah dicopot, Minggu (28/1) malam. Sebelumnya sempat viral di medsos foto pelangkiran di lokasi itu beralih fungsi jadi gantungan baju. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Media sosial digegerkan dengan foto pelangkiran berisi dua gantungan baju. Viralnya foto ini karena pelangkiran yang merupakan tempat suci bagi umat Hindu digunakan untuk menggantung baju.

Namun, pelangkiran yang lokasinya ada di rumah dinas (Rumdin) PN Gianyar ini, pada Minggu (28/1) malam sudah dicopot. Posisi tempat canang itu yang tepat berada di bawah papan berwarna hijau bertuliskan Rumah Dinas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar tersebut sudah kosong.

Pantauan di lokasi Minggu (28/1) malam sekitar pukul 22.00 wita, pelangkiran dibawah plang PN Gianyar pada rumah dinas yang beralamat di Jalan Jelantik, Gianyar itu tak ada lagi. Namun, tepat di bawah plang warna hijau itu, masih nampak bagian tembok yang rusak. Diduga bekas tancapan paku.

Baca juga:  Ibu Penganiaya Anak Yang Viral di Medsos Diadili

Minggu malam, rumah dinas yang menghadap selatan itu pun nampak gelap tanpa ada lampu rumah yang menyala. Bagian depan rumah yang berdiri di lahan kurang dari satu are itu, hanya nampak diterangi cahaya kendaraan yang lalu lalang di jalan depan rumah. (Manik Astajaya/balipost)

2 KOMENTAR

  1. Siapa yg menempati rumah dinas tersebut, kadang kadang kalau yg begini begini dibiarin pada ngelunjak..Ada pepatah DIMANA LANGIT DIPIJAK DISANALAH LANGIT DIJUNJUNG.Apakah yg menaruh itu SENGAJA,MEMANG TIDAK TAHU atau PUNYA MAKSUD MEMBUAT SUASANA MENJADI KERUH. Bagi Umat Hindu, mohon menahan diri karena tingkat kedewsdaan kita memahami AGAMA dan DHARNA sedang mengalami banyak ujian.Hal2 model sprt ini ataunhal hal lainnya,sudah sepantasnya PHDI turun tangan, tidak harus menunggu laporan..Kita pengen PHDI ada greget dalam segala hal ttg UMAT.PHDI harus bisa mengikuti perkembangan jaman, sudah saatnya QUICK RESPONSE …..

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.