SINGARAJA, BALIPOST.com – Dewa Ketut Wisnu Saputra (28) yang meninggal karena tertimbun senderan beton di Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Jumat (26/1) malam, menjalani perawatan hampir lima jam di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Buleleng. Almarhum meninggal karena luka parah di tubuhnya yang diduga terkena benturan saat senderan milik warga tersebut ambruk, Sabtu (27/1).

Selain itu, Dokter jaga IRD RSUD Buleleng dr. Dewa Ayu Cindy Febriyani seizin Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., mengatakan almarhum meninggal dunia setelah mengalami luka robek pada salah satu organ dalamnya. Ia mengatakan, sebelum meninggal dunia, almarhum dirawat sejak Jumat sekitar pukul 21.45 Wita.

Selama proses perawatan itu, dokter sudah berupaya memberikan pertolongan optimal. Tetapi karena luka parah itu, Saputra dinyatakan meninggal dunia.

Dari pemeriksaan luar, almarhum mengalami luka lecet, luka robek pada kepala, dan punggungnya. Yang paling parah adalah adanya dugaan salah satu organ dalam almarhum mengalami luka robek. “Ini dari rekam medis dokter yang merawat pasien dan memang kepastian itu harus berdasar visum. Namun karena kita hanya periksa luar jadi luka-luka itu yang kita temukan yang diduga menyebabkan almarhum meninggal dunia,” katanya.

Baca juga:  Tukang Ojek Duel di Kuburan, Satu Tewas Usus Terburai

Dua korban tewas lainnya, Luh Putu Sumiartini (39) dan anaknya, Kadek Yudistira (11), pada Sabtu siang sudah dijemput oleh pihak keluarga. Rencananya, pihak keluarga akan menguburkan kedua jenazah korban sore ini.

Sebab di Desa Jagaraga asal dari kedua korban sedang menggelar upacara yadnya, sehingga menurut tradisi jenazah langsung dikubur dengan tingkatan upacara mekingsan digeni.

Menyusul bencana yang merengut tiga korban jiwa ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menyampaikan belasungkawa. Ia langsung mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan ucapan turut beruka cita dan beroda agar keluarga diberikan ketabahan. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.