Hutan di Kintamani. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan hutan konservasi di wilayah Kintamani yang cukup luas sangat potensial dikembangkan menjadi kebun raya. Selain untuk menjaga kelestarian, keberadaan kebun raya di Kintamani juga mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Jika kebun raya bisa dibangun di Kintamani, diyakini pariwisata Bangli akan semakin berkembang, tidak hanya di Kintamani namun juga pariwisata di kecamatan lainnya. Hal itu dikatakan Camat Tembuku Dewa Agung Purnama, Kamis (18/1).

Menurut Dewa Purnama, kawasan hutan yang menurutnya cocok untuk dikembangkan menjadi kebun raya salah satunya di wilayah Suter. Keberadaan kebun raya yang didalamnya dilengkapi aneka flora dan fauna, tak hanya bisa menjadi tempat rekreasi namun sekaligus bisa menjadi tempat edukasi dan penelitian.

Dengan dijadikan kebun raya, nantinya hutan di Kintamani yang selama ini menjadi paru-parunya Bali juga akan semakin terjaga kelestariannya. “Saya sempat usul ke Bupati soal itu dan tanggapanya bagus,” terangnya.

Untuk bisa mewujudkan kebun raya di kawasan hutan di Kintamani, tentu ada proses yang harus dilalui. Pengusulan kebun raya dilakukan ke LIPI dan pihak yang mengelola hutan di kawasan itu.

Baca juga:  Sebulan Terakhir, Harga Jeruk Alami Penurunan

Dewa Purnama meyakini jika kebun raya bisa benar-benar diwujudkan di Kintamani, akan berdampak positif pada pariwisata di Bangli. Kebun raya akan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Bangli. Imbasnya, pariwisata akan semakin berkembang. Tidak hanya di Kintamani namun juga ke kecamatan lainnya seperti Tembuku.

Purnama menggambarkan, wisatawan yang usai berkunjung ke kebun raya di Kintamani nantinya bisa pulang melalui banyak jalur salah satunya Tembuku. Di Tembuku wisatawan bisa mampir ke beberapa desa wisata maupun tempat wisata yang ada seperti air terjun, anjungan tukad melangit dan lainnya. “Ini saya yakini akan berdampak pada pariwisata di Tembuku,” jelasnya.

Sebelumnya pendapat yang sama soal perlu dibangunnya kebun raya di kawasan hutan Kintamani juga sempat disampaikan Dewa Purnama dalam rapat kerja Pansus I bersama komponen pariwisata terkait lainnya di DPRD Bangli, Rabu (18/1). Rapat kerja tersebut dilaksanakan Pansus I untuk meminta pendapat dan masukan demi sempurnanya ranperda tentang rencana induk pariwisata daerah (Ripda) yang kini tengah digodok. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.