Pasangan calon Bagia saat akan melakukan pendaftaran ke KPU Klungkung. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kabar Partai Hanura yang sebelumnya dielukan bakal mengusung pasalon Tjokorda Bagus Oka – I Ketut Mandia (Bagia) pada pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung ternyata tak terbukti.

Pasalnya, ditengah pendaftaran, rekomendasinya yang disebut telah dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tak sampai ke tangan PDI-P hingga pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, Senin (8/1).

Ketua DPC Partai Hanura Klungkung, I Wayan Suyasa mengaku tak tahu pasti soal nasib rekomendasi tersebut. Sehari sebelumnya, dirinya bersama pengurus sudah menunggu di kantor DPD. Namun tak juga kunjung datang. “Katanya dibawa pak kadek (Arimbawa-red) Tapi saya tunggu, tidak ada,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, menjadikan partai besutan Wiranto ini hanya sebagai pendukung bersama PKB dan PAN. Bukan pengusung. Namun ditegaskan hal itu tetap tertuju pada Bagia, sesuai arahan DPP. “Rekomendasi pasti akan turun. Tapi nanti prosesnya seperti apa. Tadi saya juga agak krodit. Dukungan tetap pada Bagia,” tegasnya.

Pada pendaftaran bakal pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, sejumlah kadernya turut mengiringi. “Fraksi di dewan juga ada yang ikut,” imbuh Suyasa.

Baca juga:  Tim KBS-Ace Target Menang 75 Persen di Gianyar

Munculnya realita demikian menjadikan paket Bagia hanya diusung DPI-P yang memiliki tujuh kursi dan PKPI dua kursi di DPRD Klungkung.

Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada menyatakan seiring dengan pendaftaran, tidak ada lagi partai politik yang bisa mengusung paket Bagia. Jika Hanura ingin mengusung paket lain, rekomendasinya juga harus turun sebelum pendaftaran berlangsung yang dibatasi sampai 10 Januari. “Kalau mengusung Bagia, pasti tidak bisa. Karena sudah tanda terima berkas,” tegasnya.

Ketua DPC PDI-P Klungkung, Anak Agung Gede Anom tak mempermasalahkan jika Hanura batal mengusung. Dirinya yakin, dukungan untuk bisa memenangkan jagoannya melawan incumbent I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) tetap mengalir. “Tanpa rekomendasi Hanura, sudah bisa mendaftar. Sesuai komunikasi, Hanura komitmen untuk mendukung,” tandasnya.

Sebelum muncul hasil final, perjalanan partai Hanura untuk meramaikan hajatan politik lima tahunan ini terkesan dilematis. DPC awalnya mengusulkan untuk mengusung Suwasta. Itu pun berdasarkan aspirasi masyarakat. Namun, keputusan dari DPP justeru berbeda. Arahnya membelot ke paket Bagia, supaya linier dengan Pilpres dan Piilgub. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.