BLITAR, BALIPOST.com – Berawal dari keprihatinanya terhadap tumpukan sampah plastik, seorang petugas kebersihan di Kabupaten Blitar berhasil menciptakan aneka jenis bahan bakar minyak dari sampah plastik. Hasil olahan BBM tersebut selain digunakan sendiri, sebagian juga dijual kepada tetangga sekitar yang membutuhkan.

Di bank sampah Kelurahan Wlingi, Blitar, aneka jenis sampah terlihat menggunung. Mulai dari kertas, sisa makanan, daun, plastik, dan sebagainya. Hal ini yang membuat petugas sampah, Muryani, prihatin.

Berkat inovasinya, Muryani kemudian berhasil membuat alat yang dapat menghancurkan sampah plastik. Ia juga mengolah plastik yang sudah dihancurkan itu menjadi BBM, layaknya premium, solar, dan minyak tanah.

BBM buatan Muryani ini sebagian digunakan sendiri dan sebagian dijual ke tetangga sekitar yang membutuhkan. Harga yang dipatok untuk masing-masing jenisnya lebih murah dibandingkan produk Pertamina yang dijual di SPBU.

Baca juga:  Kesetaraan Harga Kebutuhan Pokok Sangat Dinanti Warga Nusa Penida

Menurut Muryani, alat yang diberi nama destilator ciptaannya ini mampu menghasilkan BBM hampir seratus persen. Untuk bahan sampah plastik sepuluh kilogram, ia bisa menghasilkan BBM jenis solar sebanyak 6 liter, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah.

Salah satu konsumen yang membeli BBM buatan Muryani, Nur Ali mengatakan membeli produk Muryani karena harganya lebih murah. Selain itu, tarikan motornya juga lebh enteng dan bertenaga.

Dikatakan Muryani, ide mengolah sampah plastik menjadi BBM ini diperoleh dari sang ayah. Ketika remaja, Muryani diajarkan bahwa plastik mengandung gas. Setelah itu ia berusaha bereksperimen hingga berkali-kali untuk berhasil membuat alat pengolahan sampah plastik menjadi BBM. (kmb/surabayatv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.