Dua truk pengangkut sampah melintas di TPA Suwung, Denpasar. Gunung sampah di TPA Sarbagita ini rencananya akan ditata. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana penataan TPA Suwung yang dilakukan pemerintah, akan berdampak pada luasan areal untuk membuang sampah. Karena penataan yang dilakukan dengan pola sanitary landfill atau mengurug dengan tanah.

Luas areal yang akan ditutup dengan tanah, yakni mencapai 22 hektar. Sedangkan luas keseluruhan TPA Suwung mencapai 32 hektar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, Selasa (2/1) mengatakan, penataan TPA Suwung akan dilakukan untuk memberikan kesan hijau di lahan tempat pembuangan sampah tersebut. Setelah ditutup dengan tanah, akan dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Menurut Wisada, lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembuangan sampah hanya seluas 10 hektar. Semua proses akan dilakukan di areal tersebut. Bahkan, untuk mewujudkan energi listrik, yakni pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA) juga akan ada di lahan itu. “Penataan ini dilakukan bertahap,” kata Wisada.

Baca juga:  Staf dan Manajemen H Sovereign Bali Partisipasi di "Suksma Bali"

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPRD Denpasar A.A.Ngurah Gede Widiada mengatakan, penataan dengan pola sanitary landfill seluas 22 hektar, dinilai sangat baik. Hanya, pengerjaannya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Karena bila dilakukan dengan tergesa-gesa dikhawatirkan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Dikatakan, bila saja melihat rencana penataan TPA Suwung dengan dana Rp 262 miliar, sebaiknya memang jangan tergesa -gesa mengejar target karena berlangsung nya IMF-World Bank Annual Meeting. Apalagi ini telah telah dilandasi kajian teknis dan kebutuhan anggaran yang cukup besar. “Ini harus kita maklumi ketimbang dikerjakan setengah-setengah disulap hannya untuk kepentingan event IMF World Bank, tapi kualitas hasil akhirnya tidak maksimal. Lebih bagus hasil akhirnya berkualitas maksimal untuk penataan lingkungan yang lebih bagus dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan perkembangan pariwisata Bali di masa yang akan datang,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.