NEGARA, BALIPOST.com – Senderan Tukad Samblong di Kelurahan Sangkaragung, Kamis (21/12) lalu kembali amblas. Senderan berupa undakan batu bronjong yang berada di sisi Barat itu merupakan lokasi yang kelima dari seluruh senderan. Warga meyakini seluruh senderan akan terus jebol apabila tidak segera ditangani.

Dari informasi warga yang melintas jalan menuju Sirkuit Makepung Samblong itu menyebutkan bahwa jebolnya senderan yang baru setahun itu merupakan yang keempat kalinya. “Awalnya di ujung dekat rumah warga dua titik, sekarang di sisi Barat sungai ikut amblas. Kalau terus begini, pasti terus akan jebol,” terang warga ditemui Jumat (22/12).

Yang titik terakhir terjadi pada Rabu pagi, setelah air sungai meluap. Senderan batu bronjong kurang lebih sepanjang delapan setengah meter itu tiba-tiba ambruk. Sehingga di sisi Barat sungai itu sudah ada dua titik yang ambrol.

Padahal di belakang senderan tersebut, baru saja dibangun perumahan yang berjejer. Sejak awal titik pertama yang amblas, sudah muncul retakan. Untuk antisipasi sementara dipasangi bambu-bambu di pondasi sebagai penahan.

Namun belakangan tanah terus bergerak hingga akhirnya di empat titik senderan amblas. Saat ini kondisi senderan amblas itu terlihat dari jembatan yang sering dilintasi warga. Di sisi lain, pihak pelaksana pekerjaan, Sigit dikonfirmasi mengatakan senderan ini masih tahap pemeliharaan. Sehingga dalam waktu dekat akan diperbaiki lagi. Pihaknya sedang memesan bronjong-bronjong. Selanjutnya nanti ditambah cerucuk bambu seperti longsoran yang pertama.

Baca juga:  Masih Tahap Pengerjaan, Proyek Senderan Sungai Samblong Sudah Ambruk

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, I Ketut Jayada saat Hari Bakti PU di Palasari mengatakan balai sudah memprediksi akan terjadi gerusan lagi. Sejak awal, melihat kondisi alur sungai dan kontur tanah, sudah merasa kesulitan bekerja.

Saat pengerjaan air sungai cukup dalam hingga dua meter sehingga tidak bekerja dalam air. Perbaikan senderan itu merupakan penanganan bencana karena aspirasi masyarakat harus segera ditangani. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.