Salah satu lokasi parkiran kendaraan di Kota Denpasar. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah melakukan kajian yang lebih serius dengan melibatkan pendampingan dari BPKP, PD Parkir Denpasar mulai menyusun bisnis plan yang lebih komprehensif. Salah satu agenda yang telah dirancang, yakni parkir dengan berbasis informasi teknologi (IT) dan progresif. Karena itu, PD Parkir meminta penyertaan modal kepada Pemkot Denpasar.

Dirut PD Parkir I Nyoman Putrawan mengatakan setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan, pihaknya mencari pendampingan di BPKP. Dari hasi pendampingan tersebut, PD Parkir kemudian membuat bisnis plan agar kinerja perusahaan bisa lebih baik.

Karena selama ini banyak terjadi kebocoran akibat masih lemahnya kinerja PD Parkir. Bisnis plan ke depan, salah satunya telah dirancang parkir berbasis IT dan progresif.

Rencana penerapan parkir ini dinilai sangat mendesak dalam upaya untuk menekan adanya kebocoran. Selain itu, dengan berbasis IT, akan terjadi efisiensi dalam bidang tenaga kerja. Untuk menyukseskan bisnis plan ini, PD Parkir berharap adanya dukungan dari dewan, agar bisa menyetujui penyertaan modal yang dirancang secara total mencapai Rp 5 miliar lebih.

Baca juga:  Diparkir Berbulan-bulan, Alat Berat Tak Bertuan di Duda Timur Resahkan Warga

Atas pengajuan penyertaan modal ini, sejumlah anggota DPRD Denpasar, di antaranya Nyoman Darsa, Made Suweta, Ketut Suteja Kumara, serta A.A.Susruta Ngurah Putra memberikan sejumlah saran. Salah satunya, yakni PD Parkir harus berani menyampaikan penggunaan dana dari penyertaan modal ini dengan baik. “Untuk apa saja dana tersebut nanti, harus ada kejelasan,” ujar Darsa, politisi asal Panjer ini.

Lain lagi yang disampaikan Susruta Ngurah Putra. Politisi Demokrat ini mengkritisi jumlah pegawai yang ada di PD Parkir cukup banyak, di luar jukir, yakni 160 orang. Jumlah tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk biaya gaji.
Sedangkan gaji pegawai jukir yang jumlahnya mencapai 237 orang (pelataran) dan 337 orang (badan jalan). Dari jumlah jukir tersebut, menghabiskan dana Rp 3 miliar. “Melihat kondisi ini harus ada peningkatan produktivitas pegawai,” katanya.
(Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.