Petugas BPBD Kota Denpasar memasukkan tandu ke mobil ambulans usai mengantar pasien di RSUD Wangaya, Denpasar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Keberadaan gedung RSUD Wangaya sudah berusia tua. Karena itu, sudah diperlukan untuk melakukan peremajaan gedung untuk memaksimalkan pelayanaan.

Mengingat selama ini, masyarakat yang datang ke rumah sakit tertua di Bali ini terus meningkat. Karena itu, pihak RS Wangaya bersama Pemkot Denpasar telah memiliki master plan pengembangan gedung.

Dirut RSUD Wangaya,  dr. A.A. Made Widiasa, Sp.A., Kamis (29/2) mengatakan pihaknya secara konsisten melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada pasien yang datang. Bukan saja dalam pelayanan medik, namun juga fasilitas gedung yang  memadai.

Baca juga:  Istri Dandim Jembrana Daftar Bacaleg di Buleleng

Namun, kendala yang dihadapi cukup berat, yakni lahan yang terbstas. Pihaknya telah melakukan rencana untuk membangun gedung berlantai lima.

Sedikitnya akan ada perubahan enam gedung yang sudah direncanakan. Mulai dari UGD, gedung manajemen, geriatri, poliklinik, serta penunjang lainnya. Dengan pola bertingkat ini, semua pelayanan akan terpusat.

Pembangunan gedung ini akan menggunakan proyek KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha). Artinya, aggarannya dari Kemenkeu, sehingga tidak  menggunakan APBD.

Proses cukup panjang, seperti di Bapenas, Kemenkeu,  dan sekarang sudah masuk proses kelengkapan adminstrasi dan setelah itu baru pelelangan. Ditarget, pada 2025 awal, sudah bisa melakukan pembangunan fisik.

Baca juga:  Hendak Ditahan di Lapas, WN Belanda Tersangkut Kasus Vila Pingsan

Selain menggunakan pola KBPU, pihak RS Wangaya juga akan melakukan reovasi gedung ruang Praja Amertha (VIP). Karena pada saat pandemi COVID-19,  gedung tersebut digunakan untuk layanan pasien COVID-19.

Sejumlah ruangan telah mengalami kerusakan, sehingga perlu diperbaiki kembali. Renovasi ini menggunakan anggaran rumah sakit, sehingga dilakukan bertahap. Setidaknya, tahap awal sudah bisa  disediakan 24 tempat tidur untuk pasien VIP ini.

Widiasa mengatakan, selain perbaikan gedung, dalam hal layanan kepada pasien juga terus dilakukan inovasi. Seperti layanan Geriatri untuk pasien usia di atas 60 tahun, dilakukan dengan penjemputan pasien.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 di Bangli, Ini Rentang Usianya

Selain itu, pihaknya juga melakukan layanan terpadu dengan mendatangi geriatri yang sudah berkumpul di satu tempa untuk diberikan layanan. RS Wangaya juga akan mengembangkan layanan pengantaran obat, serta pendaftaran online.

Pasien juga bisa memilih dokter, sehingga akan mempecepat penanganan. “Masyarakat  ingin pelayanan cepat,  sehingga RS perlu mengubah pola layanan,” ujar Widiasa. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *