lumpur
Kondisi lapangan Alit Saputra yang berlumpur. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Perayaan puncak Hut Kota Tabanan ke 524, menyisakan masalah. Lapangan Alit Saputra yang lebih dikenal dengan nama lapangan dangin carik, tepatnya dipintu masuk bagian barat hancur lebur dan banyak ada kubangan air. Pasalnya, kendaraan berat seperti truk keluar masuk membawa alat alat panggung yang disiapkan panitia, kondisi kian diperparah adanya curah hujan yang sangat tinggi belakangan ini diwilayah kabupaten Tabanan.

Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan AA Ngr Raka Iswara sangat menyayangkan hal tersebut.  Meski demikian pihaknya akan segera mengembalikan kondisi lapangan Alit Saputra seperti sebelumnya. Namun,  biaya perbaikan dan pemulihan kondisi lapangan,  pejabat asal Kediri itu mengatakan pihaknya tidak memiliki anggaran.  Sementara pihaknya hanya akan melakukan pemerataan tampa perbaikan kondisi rumput.

“Kalau menggunakan alat berat tidak mungkin, justru akan tambah rusak, rencananya kita manfaatkan alat manual dengan melibatkan tujuh petugas sapu yang memang bertugas dilapangan,” ucapnya, ketika disambangi dikantornya, Senin (4/12).

Bahkan untuk lebih mengoptimalkan tugas agar cepat rampung, tujuh tenaga yang memang bertugas di lapangan akan ditambah dengan sejumlah petugas lainnya, untuk mempercepat proses pemulihaan. “Sementara hanya kita ratakan saja, kalau untuk ditanami rumput tidak mungkin,” katanya.

Baca juga:  Dipasang Garis Polisi, PDAM Belum Bisa Pastikan Konsleting di Mesin AMO

Mantan kepala dinas lingkungan hidup inipun mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk pemeliharaan lapangan yang mulai ramai dengan aktivitas olahraga masyarakat di sore hari tersebut.  Semestinya, upaya menjaga kondisi lapangan tetap nyaman juga tumbuh dari masyarakat selaku pengguna fasiltas umum tersebut. Misalnya saja, jika hendak membuat panggung atau sejenisnya, mobil bisa diparkir ditepi lapangan dekat dengan lokasi yang akan digunakan, jadi tidak harus sampai masuk ke dalam areal lapangan. “Mari sama sama peduli dan jaga apa yang menjadi milik kita bersama, lapangan alit saputra juga kan milik warga semua,” katanya.

Dirinya mengakui gerak cepat yang dilakukan jajaran DLH untuk melakukan perbaikan di lapangan Alit Saputra juga untuk bersiap siap dalam menghadapi penilaian Adipura.

Sekedar untuk diketahui, akibat curah hujan tinggi serta intensitas keluar masuk mobil dengan muatan berat kedalam lapangan membuat lapangan Alit Saputra berlumpur layaknya sawah. Kubangan air pun nampak di sejumlah titik.

Meskipun penggunaan lapangan Dangin Carik oleh pihak non-Pemerintah dikenakan biaya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu,  Raka Icwara menyebut uang tersebut langsung masuk ke APBD Tabanan dan pihaknya tidak mengelola uang tersebut. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.