TABANAN, BALIPOST.com – Erupsi Gunung Agung hingga tutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai berdampak pada kunjungan wisatawan. Dua obyek pariwisata terkenal di kabupaten Tabanan, yaitu Tanah Lot dan Ulundanu Danu Beratan, juga terkena imbasnya.

Di Tanah Lot, penurunan tingkat kunjungan wisatawan asing mendominasi. Dari data badan pengelola DTW Tanah Lot, pada November 2017, penurunan terjadi sejak 27 November. Jika di awal November jumlah wisatawan mancanegara dewasa rata-rata 4.000 lebih pengunjung, selama empat hari ini justru menurun hingga diangka 1.000 pengunjung. Begitupun untuk wisatawan domestik yang rata-rata dalam sehari ada sekitar 2.000 lebih pengunjung kini juga hanya 1.000 pengunjung.

Bahkan pantuan di lapangan meski ada beberapa wisatawan itupun tidak seramai hari normal. Terlihat pula kondisi parkir kendaraan yang biasanya ramai lalu lalang kini tampak sepi. “Penutupan bandara dan erupsi Gunung Agung memang berdampak pada kunjungan ke Tanah Lot, saya kira di tempat wisata lainnya juga sama,” beber Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Toya Adnyana.

Meski demikian ia mengakui sejak 1 Desember, kunjungan wisatawan mulai menggeliat lantaran adanya libur panjang. Hanya saja para wisatawan dominan merupakan wisatawan domestik yang memanfaatkan jalur darat. “Sudah mulai ramai, kemarin di angka 5.000 lebih tetapi kebanyakan wisatawan domestik karena ada libur panjang,” ucapnya.

Baca juga:  Parkir Motor di Trotoar Dikeluhkan Turis

Untuk kembali menggeliatkan sektor pariwisata yang juga merupakan potensi penyumbang PAD tertinggi di Kabupaten Tabanan ini, pihaknya telah melakukan langkah-langkah promosi melalui media sosial dan beberapa travel bahwa Bali masih aman untuk dikunjungi. Bahkan pihaknya tetap melakukan perbaikan insfrastruktur mulai di areal parkir dan melakukan penataan kawasan. “Kami berharap semoga bencana alam ini cepat berlalu,” terang Adnyana.

Tak kalah terpuruknya, obyek wisata Ulun Danu Beratan, di Kecamatan Baturiti. Data kunjungan wisatawan menurun lebih drastis akibat bencana Gunung Agung dan ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung.

Bermula dari 2.000 kunjungan perhari kini menurun 800 orang. “Sepi sekali menurun drastis hingga 60 persen,” ujar Manager DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika.

Ia pun tidak bisa memprediksi berapa kunjungan yang akan datang di hari Natal dan Tahun Baru mendatang. “Kami juga melakukan promosi kepada wisatawan menjelaskan peta Gunung Agung yang jaraknya lumayan jauh dari Tabanan. Karena bencana jadi kita tidak bisa berbuat apa. Mudah-mudahan kondisi kembali normal,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.