AMLAPURA, BALIPOST.com – Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali berencana menerbangkan “drone” atau pesawat tanpa awak ke puncak Gunung Agung. Penerbangan Drone itu kembali dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir kawah pasca terjadinya erupsi beberapa hari lalu.

“Mudah-mudahan minggu depan drone bisa diterbangkan ke puncak. Mengingat saat ini kondisi drone saat ini masih dalam proses perbaikan yang sebelumnya sukses mengambil sampel gas di atas kawah Gunung Agung,” kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana di Pos Pantau Desa Rendang, Sabtu (2/12).

Devy Syahbana menambahkan, penerbangan drone ini akan difokuskan dalam mengambil data semua yang ada di atas Gunung Agung, baik itu data visual, sampel asap untuk mengetahui kandungan gas. “Meskipun dalam misi menerbangkan drone nanti hanya mendapatkan data visual saja, akan sangat berarti bagi kita. Karena itu bisa kita pakai sebagai data pendukung,” ujarnya.

Baca juga:  PVMBG Minta Masyarakat Tak Nekat Daki Gunung Agung

Dikatakannya, hingga saat ini alat seismograf masih tetap merekam terjadinya gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam, low frekuensi dan tremor menerus. Dengan masih adanya gempa tersebut, menunjukkan masih ada tekanan di dalam perut Gunung Agung.

Gunung Agung masih fase kritis. “Ini yang perlu kami antisipasi upaya apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada Jumat (1/12) malam juga terekam gempa dengan guncangan 3,5 SR yang harus mewaspadai hal ini, karena masih ada kaitannnya dengan aktivitas Gunung Agung. Sementara dari pantauan satelit, estimasi jumlah lava di dalam kawah Gunung Agung sepertiga kawah dengan luas diameter 900 meter dan kedalaman 200 meter sudah terisi material lava vulkanik. “Jika dikonversi jumlahnya hampir dua puluh juta meter kubik lava di dalam kawah dari total volume 60 juta meter kubik,” jelas Devy. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.