Tim gabungan melakukan evakuasi pamangku yang meninggal saat perjalanan ke puncak Gunung Agung untuk nunas tirta, Sabtu (30/8). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pamangku, Jro Mangku Nyoman Jatiasa (53) asal Dusun Sangging, Desa Akah, Kabupaten Klungkung lemas dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju puncak Gunung Agung pada Sabtu (30/8) dini hari.

Korban diduga meninggal dunia akibat mengalami kelelahan. Selain itu, korban juga memiliki riwayat penyakit jantung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat bersama 12 orang lainnya sekitar pukul 03.00 WITA dengan tujuan untuk ngelungsur tirta ke puncak Gunung Agung dalam rangka karya ngenteg linggih Paibon Pasek Kubakal.

Baca juga:  Ekonomi Bali Akhir Tahun Diprediksi Turun 5,6 Persen  

Dalam perjalanan menuju puncak Gunung Agung, korban tiba-tiba lemas dan tak sadarkan diri di ketinggian sekitar 1.900 MDPL.

Rombongan yang naik via jalur Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem langsung menghubungi pemandu untuk meminta bantuan. Dari informasi tersebut, sejumlah pemandu lokal langsung melakukan pendakian.

Kemudian, mereka melalukan evakuasi terhadap Jero Mangku Nyoman Jatiasa yang saat itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Baca juga:  TPA Suwung Segera Ditutup Permanen, Dua Daerah Ini Diminta Segera Optimalkan TPS3R dan TPST

“Saat kami evakuasi kondisinya sudah tidak sadarkan diri, kami bersama beberapa pemandu membawa turun menggunakan tandu, setelah tiba di bawah korban langsung dibawa ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan pertolongan,” kata Wayan Widiasa salah seorang pemandu yang ikut melakukan evakuasi. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN