Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. (BP/dok)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Penutupan Bandara Ngurah Rai mulai berdampak pada aktivitas penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Sejak Selasa (28/11) pagi, penumpang terbang dari bandara di selatan Banyuwangi ini naik hingga 15 persen. Mayoritas penumpang rute Jakarta.

Kenaikan penumpang ini diyakini imbas dari penutupan Bandara Ngurah Rai. “Memang ada peningkatan penumpang sekitar 15 persen. Sepertinya imbas dari penutupan bandara Ngurah Rai,” kata Kepala Bandara Blimbingsari Doni Darma, Selasa siang.

Dijelaskan, biasanya penumpang dari Banyuwangi ke Jakarta rata-rata load penumpang hanya sekitar 75 persen. Sejak Bandara Ngurah Rai ditutup, penumpang ke Jakarta bisa tembus 90 persen. Kondisi ini dialami dua maskapai, Garuda Indonesia dan Nam Air yang melayani rute tersebut.

Pihaknya memprediksi, jika Bandara Ngurah Rai terus ditutup, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Blimbingsari akan terus bertambah. Kenaikan penumpang juga terjadi untuk rute Banyuwangi – Surabaya. Namun, tak terlalu signifikan.

Menurut Doni, kondisi langit Banyuwangi masih normal untuk penerbangan. Sehingga, jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat masih normal. ” Debu Gunung Agung belum sampai di langit Banyuwangi, jadi penerbangan masih normal,” jelasnya.

Pihaknya berharap cuaca tetap bersahabat. Sehingga, bisa ikut membantu penerbangan akibat penutupan Bandara Ngurah Rai.

Kenaikan penumpang juga terjadi pada penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Sejak, Senin (27/11) hingga Selasa pagi, penumpang pejalan kaki dari Bali ke Jawa terus mengalami kenaikan. Mereka kebanyakan penumpang pesawat yang gagal terbang dari Bandara Ngurah Rai.

Baca juga:  Ribuan Nelayan Protes Menteri Susi

Penumpang pejalan kaki dari Gilimanuk ke Ketapang naik hingga 179 persen. Sehari tembus 1.825 orang. Kenaikan juga terjadi pada penumpang pengendara roda dua, naik hingga 172 persen dibanding hari biasa. Sehari, mencapai 2.213 unit. Sedangkan roda empat naik hingga 133 persen, mencapai 4.147 unit. “Sesuai prediksi, akibat penutupan Bandara Ngurah Rai berimbas pada kenaikan penumpang dari Bali ke Jawa,” kata General Manager PT Indonesia Ferry Ketapang – Gilimanuk Elvi Yoza.

Meski terjadi kenaikan penumpang, belum ada penambahan armada kapal. Jumlah kapal yang dikerahkan masih 32 unit. Menurutnya, kenaikan penumpang ini masih kategori normal. Sehingga, belum diperlukan kenaikan penambahan armada kapal.

Terkait cuaca, kata dia, masih bersahabat. Meski begitu, pihaknya memberlakukan buka tutup jika cuaca di selat Bali tak bersahabat.

Pantauan di Pelabuhan Ketapang, penumpang pejalan kaki banyak didominasi turis asing. Mereka kebanyakan memilih jalur darat dari Denpasar menuju Surabaya lantaran tak bisa terbang dari Bandara Ngurah Rai. “Saya mau kembali ke Eropa. Tapi Bandara Ngurah Rai ditutup. Jadi, kami memilih lewat darat menuju Surabaya,” kata Sarah, turis asal Skandinavia, Eropa.

Menurutnya, kondisi di Bali yang terkena arupsi Gunung Agung sedikit membuat kurangnya nyaman. Terutama, penutupan bandara yang berlangsung lama. (budi wiriyanto)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.