Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima penjelasan dari Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suantika saat menyambangi pos pemantaun untuk mengetahui perkembangan Gungung Agung, Senin (27/11). (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga yang mengungsi pascaterjadinya erupsi Gunung Agung diminta agar tidak keluar kabupaten Karangase. Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menghimbau, bagi warga yang desanya masuk radius 10 kilometer jika mengungsi supaya bisa mengungsi di wilayah Karangasem, katanya saat mengunjungi pos pemantaun Rendang, Karangasem, Senin (27/11).

Mangku Pastika menjelaskan, 17 desa yang wilayahnya masuk radius 10 kilometer jumlahnya sekitar 140 ribu jiwa. Kata dia, pihaknya meminta kepada warga yang wilayahnya masuk radius 10 kilometer supaya mengungsi di Kabupaten Karangasem. Sebab, wilayah di Karangasem masih banyak yang aman yang bisa disasar sebagai tempat pengungsian.

“Jika mengungsi di wilayah Karangasem dalam pengkoordinasian terkait penyaluran logistik kepada pengungsi, pendidikan, kesehatan dan yang lain akan jauh lebih mudah. Karena jika mengungsi di luar kabupaten sedikit ribet,” ucap Gubernur asal Buleleng itu.

Baca juga:  Banjir Lumpur Dikira Banjir Lahar Dingin di Baturinggit

Dia juga menegaskan untuk persediaan logistik untuk para pengungsi tidak ada masalah. Apalagi bantuan dari pusat yang diberikan. Karena yang perlu dikhawatirkan adalah dampak dari bencana untuk kehidupan masyarakat dan pariwisata di Bali. Karena itu yang perlu dipikirkan. “Untuk logistik dan yang lain sudah cukup. Jadi itu tidak perlu dipermasalahkan lagi,” katanya.

Lebihlanjut dikatakannya, atas kondisi ini pihaknya berharap supaya warga tetap tenang. Karena ini sudah bencana alam. “Warga ambil hikmahnya saja. Kita memang tidak berharap Gunung Agung meletus. Tapi kalau meletus pasir yang mau habis bisa bertambah lagi,” ucapnya sambil tertawa. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.