Pelajar sedang mengkases internet lewat HP. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemeritah Kabupaten Badung, merancang pembelajran lewat internet. Sistem e-Learning ini akan diterapkan pada Anggaran Perubahan 2018 mendatang.

Program tersebut sejalan dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung yang akan melengkapi seluruh wilayah Badung dengan Wifi gratis pada 2018. “Jika program itu sudah berjalan, maka kami (Disdikpora -red) akan terapkan sistem pembelajaran berbasis IT, karena sistem pembelajaran ini tentunya akan membutuhkan akses internet,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (Disdikpora) Badung, I Made Mandi, Selasa (21/11).

Menurutnya, program e-learning sebagai wujud mendukung smart city yang menjadi program Pemkab Badung di 2018. Rencana kedepannya semua aktivitas pembelajaran maupun administrasi seperti ulangan harian, ulangan umum, raport akan berbasis IT atau memanfaatkan teknologi.

“jika itu (jaringan internet –red) sudah jalan baru kami akan mulai terapkan. Nanti, apa yang dipelajari oleh siswa di sekolah juga akan bisa diakses oleh orangtua masing-masing,’ ucapnya.

Dikatakan, program e-learning masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya, juga sudah melakukan kunjungan ke Yogyakarta terkait bagaimana bentuknya dan bagaimana pelaksanaannya. “Nah kita masih merancang ke arah itu (penerapan e-learning),” katanya.

Baca juga:  Kecil, Antusiasme Daftar Beasiswa ke LN

Seperti diketahui, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung menganggarkan Rp 30 miliar untuk pemasangan wifi di tempat-tempat strategis. Anggaran tersebut dimasukkan pada APBD Induk 2018 yang kini tengah dalam pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung.

“Sesuai kajian pemasangan WiFi diprioritaskan untuk kantor instansi pemerintah yang ada di seluruh kecamatan, puskesmas, seluruh banjar, sekolah baik SD maupun SMP,” Kadiskominfo Badung I Wayan Weda Darmaja.

Menurutnya, jumlah titik yang akan dipasangi fasilitas tersebut mencapai kurang lebih 1.900 WiFi. Program ini akan terealisasi pada tahun 2018. “Pemasangan WiFi hingga ke pelosok desa bahkan banjar murni demi mengimplementasikan program smart city,” sebutnya.

Dikatakan, pihaknya akan menggandeng penyedia layanan selaku pihak ketiga, sehingga pemasangan WiFi gratis bisa lebih optimal. Pihaknya, juga akan memblokir situs mengandung muatan pornografi. “WiFi hanya dimanfaatkan untuk mengakses hal-hal positif. Sudah barang tentu situs pornografi kami akan blokir,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.