Seismograf di posko pemantauan mencatat terjadinya tremor terus menerus di Gunung Agung. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pascaterjadinya letusan freatik Gunung Agung, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung terjun ke lapangan untuk memastikan keberadaan abu dari gunung tertinggi di Bali itu. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata memang benar ada abu yang keluar dari kawah Gunung Agung.

“Tim Tanggap Darurat PVMBG masih di lapangan untuk mengecek itu. Dan hasilnya di Nawekerti tim menemukan abu, tapi intensitas abu masih tipis. Jadi semua tenang saja selama masih mengikuti rekomendasi PVMBG,” ungkap Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Kamil Devy Syahbana.

Devy Juga menjelaskan, kalau rekahan memang teramati membesar dari satelit pada sekitar 15 November. Satelit Aster TIR juga menangkap peningkatan energi termal pada 15 November.

Hasil pengukuran gas pada plume juga menunjukkan kadar CO2 dan H2O yang tinggi. Sementara SO2 justru rendah. Itu kemungkinan karena faktor scrubbing, SO2 terjebak dalam air hidrothermal di dalam tubuh Gunung Agung. “Tapi tingginya CO2 mengindikasikan bahwa asap putih yang teramati selama ini merupakan kontribusi dari magma, asap ini 100% adalah volcanic origin. Dan kita juga sudah melakukan diskusi dengan ahli geokimia dunia, mereka sepakat bahwa asap selama ini meskipun didominasi uap air namun memiliki komponen magmatik yg cukup tinggi,” jelanya.

Baca juga:  Nenek Tewas Tenggelam Karena Selamatkan Cucu

Hingga saat ini belum ada kenaikan status aktivitas Gunung Agung dari level III kembali menjadi level IV hingga pukul 06.00 Wita, Rabu (22/11). PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Tremor menerus mulai terdeteksi. Rekomendasi juga tetap radius 6-7,5 km dari puncak kawah tidak boleh ada aktivitas masyarakat.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.