Perwakilan KPPAD Bali menemui guru-guru di sekolah pelaku dan korban yang terlibat kasus pelecehan seksual di Tabanan. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali memberi atensi khusus kasus video pelecehan yang terjadi di SMK Triatma Jaya, Tabanan beberapa waktu lalu. Bahkan, Komisioner Bidang Pendidikan, Pengisian Waktu Luang dan Kebudayaan KPPAD Provinsi Bali Kadek Ariasa, Selasa (21/11) mendatangi sekolah setempat untuk melakukan dialog dengan pihak sekolah.

Dirinya menekankan agar pelaku dan korban jangan sampai diputus hak belajar serta didampingi serius untuk menghindari ‘bully’ supaya tidak menimbulkan psikologi yang buruk. Dan untuk pemindahan siswa yang menjadi pelaku pelecehan, dikatakannya sudah merupakan tindakan tepat, dengan tujuan bisa memberikan suasana berbeda terhadap pelaku. “Agar tidak ada bully dari lingkungan sekolah lama,” ujarnya.

Menurut penjelasan pihak sekolah, empat pelaku tersebut sudah diskorsing tetapi masih diberikan kesempatan ikut ulangan umum setelah itu akan dipindah sekolah. “Ini cukup tegas peraturanya karena sudah sesuai dengan aturan sekolah yang telah disepakati. Orang tuanya juga sudah menyepakati peraturan ini,” beber Ariasa.

Hanya saja menurut Ariasa, ada kekurangan dalam penanganan kasus terutama dalam hal penanganan kesepakatan terhadap korban. Seperti bagaimana keluarga sepakat agar proses ini tidak sampai ke jalur hukum. Jangan sampai sudah diselesaikan secara kekeluargaan karena korban mengalami trauma itu dibawa ke jalur hukum. Ini dinilai akan berdampak buruk bagi empat pelaku yang telah melakukan pelecehan seksual.

Baca juga:  Januarta Ditemukan Gantung Diri di Kebun

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Tabanan I Ketut Sudarma menyebutkan sangat menyambut baik kedatangan KPPAD Provinsi ke Tabanan. Pihaknya juga memastikan bahwa ke empat siswa telah mendapatkan sekolah baru setelah dilakukannya ulangan umum. “Sehabis terima raport mereka pindah lagi ke sekolah dan sekolah yang dituju sudah siap menampung,” tegasnya.

Sementara itu guru dari SMK Pariwisata Triatmajaya mengatakan empat siswa tersebut masih menjalani skorsing. Ia akan masuk pada saat ulangan umum. Tidak ada yang mengalami trauma berat.

Sebaliknya untuk korban sudah mulai bersekolah dan bisa berinteraksi dengan temannya. “Korban sudah biasa semoga saja tidak mengalami trauma kembali,” jelas guru yang enggan disebutkan namanya.

Pada Kamis (16/11), media sosial dihebohkan dengan video siswa yang melakukan pelecehan seksual terhadap teman sekelasnya. Video yang berdurasi 10 detik tersebut diambil saat sedang mengikuti praktikum. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.