Pilkada
Sekretaris DPC Hanura, I Nyoman Suastika (tengah) bersama Ketua DPC, I Wayan Suyasa (kanan) dan Bendahara, I Wayan Buda Parwata (kiri) saat jumpa pers beberapa waktu lalu menyampaikan persiapan dalam menghadapi plkada 2018. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung, partai politik mulai bergerak. Setelah PDI-P menyatakan siap melawan incumbent paket I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) yang telah dinyatakan secara gamlang diusung Partai Gerindra, giliran Partai Hanura yang mulai memanaskan mesin. Partai yang mendapat empat kursi di DPRD Klungkung ini menjajaki partai Golkar untuk diajak berkoalisi mengusung calon.

Sekretaris DPC Hanura, I Nyoman Suastika mengungkapkan keinginan untuk menjajaki partai berlambang pohon beringin itu melihat dari potensi koalisi pada Pemilihan Gubernur. “Setelah beberapa kali pertemuan dengan parpol di tingkat provinsi, arah koalisi sudah jelas. Kita akan berkoalisi dengan Golkar. Seluruhnya kekuatan di DPRD 9 kursi sudah bisa usung sendiri. Jadi keputusan koalisi di provinsi akan linier dengan kabupaten,” ucapnya, Kamis (16/11).

Jika koalisi ini berjalan mulus, Hanura menyiapkan dua opsi dalam penentuan calon yang akan bertarung dalam hajatan politik lima tahunan itu. Pertama, mencoba menggaet incumbent untuk bisa diusung.

Diakui, komunikasi politik sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali. “Untuk itu kami akan sampaikan ke incumbent. Sedang kami siapkan waktunya. Mudah-mudahan mau. Kalau ya, tentu kami akan berikan beliau untuk tentukan wakilnya,” sebutnya.

Sementara itu, untuk opsi kedua, koalisi ini akan mengusung kader di masing-masing partai. Untuk di Golkar, yang dianggap potensial untuk maju, I Made Wijaya. Sementara di Hanura, Ni Made Suastini alias Dek Ulik dan Wayan Suyasa yang menjabat sebagai Ketua DPC. “Itu (dek ulik atau Wayan Suyasa-red) yang memungkinkan kita tandemkan dengan kader Golkar,” ungkap Suastika.

Baca juga:  Pilkada Klungkung, Ini Sejumlah Pelanggaran Sepanjang Masa Kampanye

Memantapkan persiapan pertarungan ini, komunikasi dengan partai politik lainnya juga terus dilakukan. “Komunikasi dengan partai lain tetap jalan terus. Parpol punya teknik masing-masing. Ini dinamis. Jadi bisa dengan semua parpol kita berkomunikasi, termasuk PDI-P. Hasilnya bisa beda-beda,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD II Golkar Klungkung, Ni Luh Komang Ari Ayu Ningrum mengaku belum ada komunkasi dengan Hanura terkait koalisi. Pihaknya masih menunggu keputusan di tingkat provinsi. “Memang kita sepakat untuk DPR di provinsi dan kabupaten. Cuma kita masih menunggu provinsi. Provinsi juga masih menunggu pembicaraan. Masih dalam proses. Belum fix semua,” ungkapnya.

Terkait kader yang berpeluang untuk maju, dinyatakan seluruhnya berpotensi. Namun, untuk keputusannya tergantung pasangan dan lawannya. “Kan begitu. Pemetaan juga harus diperhatikan,” sebutnya seraya menambahkan pihaknya juga telah melakukan komunkasi politik dengan parpol lain.

Sikap berbeda ditunjukkan partai Demokrat. Jika pada 2013 lalu berkoalisi dengan Golkar, pada pilkada yang akan berlangsung 27 Juni 2018 itu, secara bulat menyatakan mendukung incumbent. Pernyataan resminya tinggal menunggu rekomendasi dari DPP. “Paket ini sejalan dengan visi misi partai kami. Kami ingin memberikan kesempatan untuk bisa memimpin lagi lima tahun,” ungkap Ketua DPC Demokrat Klungkung, I Gede Artison Andrawata. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.