dana desa
Nengah Sudarma seorang warga Asah Duren Pekutatan ketika menyampaikan permasalahan yang ada di desanya. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Warga masyarakat Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan melaporkan Perbekel Asah Duren Nyoman Mandia ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana dengan dugaan penyalahgunaan dana desa.

Nengah Sudarma seorang warga belum lama ini mengirim surat ke beberapa instansi terkait termasuk ke Kejaksaan. Sudarma mengatakan, warga merasa kecewa dengan pengelolaan anggaran dana desa yang dialokasikan untuk rabat beton di jalan menuju SDN 2 Asah Duren sepanjang 400 meter dengan ketebalan 10 cm dengan campuran beton.

Pekerjaan itu katanya asal-asalan dan tidak sesuai RAB yang jelas aturan campuran pasir dan semennya. Pekerjaan yang asal-asalan tersebut katanya berdampak pada kwalitas beton yang tidak sesuai standar dan rusak. Betonnya terlepas dan terkelupas serta penuh dengan lubang dan mengganggu pernafasan anak-anak dan masyarakat sekitar yang melintas.

Selain itu juga ada yang terpeleset jatuh dan masyarakat merasa kecewa. “Jalan Sirih itu alternatif dilalui anak-anak SD dan orang tua murid serta masyarakat umum namun dikerjakan seperti itu,” tandasnya.

Pihaknya juga menduga adanya keterlibatan aparat desa dalam pengerjaan proyek tersebut dengan dugaan melanggar ketentuan. “Kami harapkan segera di cek dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Baca juga:  Dana Desa Diselewengkan, Pemerintah akan Perketat Cara Pertanggungjawaban

Sementara itu Perbekel Asah Duren, Pekutatan Nyoman Mandia dikonfirmasi  Kamis (9/11) membantah proyek rabat beton itu dikerjakan asal-asalan. “Itu proyek swadaya. Dilaksanakan oleh tim pengelola kegiatan. Masyarakat yang kerja,” jelasnya.

Terkait adanya laporan masyarakat katanya pihaknya sudah mengetahui dan pihak kejaksaan katanya sudah turun melakukan pengecekan ke lapangan. “Ada kerusakan tapi sudah diperbaiki dan semuanya tidak ada masalah,” tandasnya.
Disisi lain Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, Jumat (10/11) mengatakan di era demokrasi bisa-bisa saja masyarakat melaporkan, tapi pihaknya menyayangkan kenapa persoalan tidak dibicarakan di desa dulu. “Saya punya keyakinan Perbekel sudah bekerja dengan baik terbukti pusat sudah memberi  penghargaan dan tim pusat sudah turun,” jelasnya.

Disisi lain Kajari Jembrana Anton Delianto dikonfirmasi mengatakan masih mengikuti pendidikan di Jakarta. Demikian juga Kasi Intel Ario Dewanto masih diklat di Jakarta. Namun dari informasi jajaran Kejari Negara sudah melakukan pengecekan ke Asah Duren. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.