Desa
Ilustrasi LPD/ (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memiliki peran yang strategis dalam mengelola ekonomi di desa pakraman. Bahkan, bila pengelolanya cukup profesional, tidak jarang LPD mampu memberikan kemudahan yang luar biasa bagi krama desa setempat.

Karena itu, LPD harus terus dibenahi, dikuatkan dan dikembangkan. Demikian ditegaskan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di sela-sela sosialisasi Perda LPD, Kamis (9/11). Dikatakan, bahwa LPD lahir dari pemikiran yang sangat lokal, namun dengan manfaat sangat besar. LPD adalah penguat ekonomi kerakyatan sebagai acuan tata kelola sosial dan kebudayaan yang harus dibenahi, dikuatkan, dan dikembangkan. “Dalam hal ini saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bendesa adat dan seluruh Kepala LPD serta tentunya jajaran dinas yang senantiasa mampu berkolaborasi demi menyukseskan program ini”, ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa istilah lokal yang dikembalikan dalam Perda LPD ini sangat diapresiasi, namun dalam teknis pelaksanaan kinerja tetap harus memanfaatkan teknologi informasi yang ada secara baik. “Seperti istilah tabungan yang dikembalikan menjadi sesepalan, adalah sesuatu hal yang sangat baik karena kembali menguatkan budaya lokal yang sejatinya sudah ada sejak dahulu, namun pihak pengola LPD tentu harus tetap memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin dalam pola pengelolaan keuangannya,” ungkapnya.

Baca juga:  Belasan Desa di Badung Belum Bentuk BUMDes

Khusus untuk di Kota Denpasar perkembangan LPD sudah baik, tentunya harus diimbangi dengan upaya peningkatan pelayanan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Mengingat tujuan dari LPD adalah sebagai penguat ekonomi kerakyatan maka semua pihak harus berjalan harmonis untuk mencapai tujuan yang baik itu.

Terkait dengan peningkatan mutu dan pelayanan, Ketua LPD Kesiman, I Wayan Rayun juga menyampaikan bahwa dukungan Wali Kota Denpasar sangat baik. “Selama ini Wali Kota sangat responsif, kepeduliannya terhadap pengelola LPD sangat baik, beberapa kali kami diberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan pengelolaan keuangan, marketing dan menekankan bahwa pelayanan harus berdasarkan cinta kasih”, ungkapnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.