DBD
Fogging. (BP/ara)
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga bulan September 2017 mengalami penurunan dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Hingga September 2017 terjadi 885 kasus, sedangkan pada 2016 hingga September terjadi 2.130 kasus. Penurunan ini terjadi karena adanya berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan mulai dari pemberantasan sarang nyamun (PSN), penebaran bubuk larvasida sampai pada pembentukan jumantik mandiri.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. Luh Putu Sri Armini yang didampingi Kabid Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, I.B. Gede Eka Putra saat ditemui di ruang kerjana, Senin (6/11).

Menurut Sri Armini meski terjadi penurunan kasus Pemerintah Kota Denpasar tetap melaksanakan fogging massal. Mengingat pada Nopember dan Desember merupakan bulan musim penghujan dan akan menyebabkan banyaknya genangan air, seperti pada kontainer, selokan, wadah-wadah plastik ataupun kaleng bekas, kulit buah-buahan, lubang batu, dll. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bersarang dan berkembang biak yang berakibat pada meningkatnya penularan penyakit DBD sehingga sering kali menimbukan kejadian luar biasa (KLB).

Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun di luar rumah. Salah satu bentuk kegiatan yang paling efektif dan efisien untuk tujuan tersebut adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kami selalu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan terutama melaksanakan PSN Plus,” ujar Sri Armini.

Baca juga:  Di Denpasar, Kasus DBD Belum Tertuntaskan

Menurut Sri Armini, kasusnya diprediksi akan meningkat tajam seiring dengan turunnya musim penghujan dan puncak kasusnya diprediksi terjadi pada April-Mei. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan bersama masyarakat melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebelum musim penularan dengan cara 3 M Plus dan Larvasidasi massal pada tempat air yang sulit dibersihkan sejak awal bulan September. Untuk melakukan kegitan tersebut melibatkan 474 jumantik dan koordinator jumantik serta 44.242 jumantik mandiri (Self Jumantik) yang telah terbentuk melalui program ”GEMA PETIK” (Gerakan Mandiri Pemantau Jentik) dan anggota masyarakat lainnya.

Mengingat Kota Denpasar merupakan daerah endemis DBD di mana setiap tahun kasusnya selalu ada dan cenderung terjadi KLB, maka untuk lebih memaksimalkan upaya pencegahan dan pengendalian DBD tersebut Pemkot Denpasar juga melaksanakan penyemprotan/fogging massal mulai tanggal 4 Nopember hingga 11 Desember tahun ini. (asmara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.