SINGARAJA, BALIPOST.com – Tenda yang sebelumnya ditempati ribuan pengungsi di Desa Les, Kecamatan Tejakula dibongkar Jumat (3/11). Tenda ini dibngkar menyusul penurunan stastus Gunung agung dari semula awas menjadi siaga.

Tenda yang telah dibongkar diantaranya milik BPBD Kabupaten Gianyar, Karangasem, Tabanan dan Pemprov Bali. Tenda yang belum dibongkar merupakan tenda BPBD Buleleng, termasuk tenda Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Rencananya seluruh tenda akan dibongkar.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengatakan, tenda dari BPBD Kabupaten yang dibongkar nanti tetap disiagakan di lokasi pengungsian di Desa Les. Langkah itu diambil sebagai antisipasi, kemungkinan status Gunung Agung naik menjadi awas atau sampai erupsi.

Pihaknya juga tetap mendirikan satu tenda pengawasan di lokasi pengungisan, lengkap dengan petugas jaga. Selain itu, BPBD juga akan menginformasikan kepada jajaran Pemkab Karangasem terkait tempat yang siap menampung pengungsi yang sewaktu-waktu bisa ditempati. “Walau tenda dibuka, kita tetap tetap, sampai kondisi Gunung Agung dinyatakan normal. Namanya alam kita tidak pernah tahu, tiba-tiba status naik lagi. Nanti kalau sudah normal, baru kita bersihkan seluruh tenda di lokasi pengungsian,” tegasnya.

Baca juga:  Tenda Darurat Mulai Disiapkan BPBD Buleleng, Ini Lokasinya

Sebelumnya, di posko Desa Les menampung 2.000 jiwa pengungsi. Selama status awas Gunung Agung, tenda pengungsian ini ditempati oleh sekitar 1.765 jiwa pengungsi dari Desa Ban, Sukadana, Baturinggit dan desa lain di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Ribuan pengungsi ini kemudian dipindahkan ke tempat penampungan yang lebih layak. Pemindahan ini selain karena kapasitas tenda tidak mencukupi, juga pertimbangan mulai turun hujan dan rencana pemerintah akan fokus menjadikan Desa Les sebagai posko darurat ketika Gunung Agung mengalami erupsi. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.