Rakornas
Rakornas Humas Polri dalam rangka diseminasi informasi penanganan pencari suaka dan pengungsi.(BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Kabid Humas se-Indonesia kumpul di Bali dalam rangka membahas diseminasi informasi penanganan pencari suaka dan pengungsi di Kuta, Kamis (2/11) lalu. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ini sangat penting karena Indonesia terletak pada posisi silang dunia, sehingga menjadi tempat yang sangat strategis untuk transit para pengungsi dan pencari suaka, terutama imigran gelap.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Para peserta disajikan materi oleh narasumber yang diundang dan didatangkan secara khusus oleh pihak panitia penyelenggara. Acara ini terselenggara atas kerja sama Divisi Humas Polri dengan IOM (International Organization for Migration-red),” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Jumat (3/11).

Menurut Kabid Humas, IOM merupakan organisasi antar pemerintah yang khusus menangani masalah migrasi.

Dalam sambutannya, lanjut Hengky, Karo PID Humas Polri Brigjen Pol. Adnas menyampaikan diseminasi adalah suatu proses penyampaian informasi dengan target tertentu. Informasi yang disampaikan harus berinovasi dan terarah sehingga mudah dipahami, disadari serta dimanfaatkan oleh penerima informasi.

Sedangkan terkait masalah pengungsi atau pencari suaka merupakan suatu persoalan yang akan selalu ada dalam perkembangan peradaban manusia. Oleh karena itu persoalan pengungsi berlatar belakang naluriah manusia untuk mencari kehidupan yang lebih baik, baik dari aspek ekonomi, politik, keamanan dan lainnya.

Baca juga:  Kerjasama Polri dan BRI, Kapolda Bali Terima Kartu Promoter dan Satu Unit Ambulans

Jenderal bintang satu ini juga sampai saat ini belum terakomodir permintaan perlindungan para pencari suaka dan salah satu penyebab mengapa penanganannya belum sesuai standar internasional. “Oleh karena itu, beliau (Brigjen Adnas-red) menyatakan penanganan pencari suaka dan pengungsi yang ada di wilayah Indonesia harus dilakukan secara khusus,” ujarnya.

Sikap dan langkah pemerintah sudah tepat dengan mengijinkan serta menerima secara terbuka pencari suaka masuk ke wilayah Indonesia. Walaupun masih terkendala masalah penempatan.

Sementara Deputy Chief of Mission IOM, George Gigauri menyampaikan  hubungan Polri dengan IOM sudah terjalin sejak September 2014. Kerja sama tersebut berupa bantuan pelatihan teknis kepada anggota Polri dan sudah diperpanjang sampai tahun 2020 mendatang. Pihaknya juga bekerja sama dengan SDM Polri dalam rangka menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas kepada Polwan. Target pelatihan yang sudah dimulai sejak bulan Januari 2014 ini, yaitu melatih 7 ribu Polwan dan nantinya ditempatkan di setiap polsek di seluruh Indonesia.(kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.