Warga Pecatu mengeluhkan pemasangan kabel yang semrawut dan tanpa koordinasi dengan aparat desa. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Masyarakat di Desa Pecatu, Kuta Selatan mengeluhkan adanya pemasangan kabel yang semrawut. Pemasang kabel tanpa sepengetahuan perangkat desa setempat ini merusak estetika.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, mengakui saat ini banyak penyedia layanan teknologi komunikasi, terutama internet yang memasang jaringan kabel tanpa mengindahkan estetika. “Kami memohon instansi teknis di Kabupaten Badung, untuk mengecek kabel-kabel di pinggir jalan raya di wilayah Desa Pecatu. Baik itu kabel internet mapun kabel PLN, mengingat pemasangannya sangat tidak sesuai estetika,” ungkap Made Sumerta, Minggu (29/10).

Menurutnya, pemasangan kabel ini bergelantungan melintasi rumah-rumah warga. Parahnya, pemasangan kabel tanpa sepengetahuan perangkat desa setempat. “Ini izinnya dari mana, mengingat untuk masalah pemasangan ini kami maupun pemilik rumah yang dilintasi kabel tersebut tidak diberi tahu,” katanya.

Untuk itu, bendesa yang juga anggota DPRD Badung ini meminta instansi teknis turun ke lapangan melakukan pengecekan ke Pecatu guna melihat kondisi riil di lapangan. “Kondisi kabel-kabel ini perlu dilakukan penataan. Kami bukanya melarang adanya pemasangan kabel, tapi ya pasanglah dengan sesuai estetika apalagi Pecatu merupakan salah satu kawasan objek wisata di Badung Selatan, masak semrawut seperti itu,” keluhnya.

Baca juga:  Soal Izin Lingkungan, Ini Pengakuan Pemilik Bangunan Hotel di Pecatu

Selain itu, Sumerta juga memohon kepada pihak PUPR Kabupaten Badung untuk melakukan pengecekan lampu penerangan jalan dikawasan Pura Uluwatu. Pihaknya melihat ada beberapa lampu yang mati. “Akan adanya pujawali di pura Uluwatu, penerangan jalan saat pemedek datang malam hari perlu diperhatikan oleh pemerintah,” pintanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung, Wayan Weda Darmaja, menegaskan akan melakukan pengecekan. “Kami akan survei ke lapangan dulu ya, biar tidak salah nantinya, karena kabel itu bukan kabel internet saja yang melalui jalur jalan itu,” ungkapnya seraya mengaku belum mendapatkan laporan dari petugas yang disiagakan di Kuta Selatan. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.