JAKARTA, BALIPOST.com – Tahun ini, Goeth-Institut meluncurkan Science Film Festival 2017 kedelapan kalinya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta. Festival film sains 2017 dilaksanakan di 38 kota di Indonesia pada 24 Oktober hingga 23 November 2017.

Science film festival tahun ini mengambil tema “Antroposen”. Menurut Direktur Regional Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Heinrich Blomke di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10), Antroposen adalah zaman manusia mengelola pertanian, perdagangan, transportasi, dan industri.

Ia mengatakan selama ini manusia memanfaatkan dan mengubah lingkungan, khususnya instrialisasi. “Science Film Festival 2017 akan menyoroti tentang perubahan itu, dan membahas banyak topik menarik,” tutur Blomke.

Ia berharap film bertopik sains dari seluruh dunia dapat memicu kreativitas anak dan remaja di Indonesia, serta ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika. Terdapat 12 film akan ditayangkan dengan beragam topik pilihan ditampilkan, yakni, urbanisasi, mobilitas, alam, evolusi, makanan, dan interaksi antarmanusia dan mesin. “Festival ini menjelajahi masa lalu, masa kini, dan masa depan kehidupan manusia,” sebutnya.

Baca juga:  GATF 2017 Digelar di 22 Kota

Blomke meyakini kemajuan dan perkembangan tak terjadi tanpa sains. Ia mengatakan kegiatan ini mendorong keterlibatan siswa dan mahasiswa mengambil peran pengadaan wahana bagi inovasi dan ide baru.

Festival Film Sains 2017 menjangkau 38 daerah di Indonesia, yakni, Aceh, Ambon, Banjar, Bandung, Belitung Timur, Biak, Bogor, Ciamis, Demak, Jakarta,Kupang, Makassar, malaka, Malang, Manado, Manggarai Barat, Medan, Pangandaran, Salatiga, Sidoarjo, Soe, Sorong, Surabaya, Tangerang, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Tomohon, Waibakul, Waingapu, dan Yogyakarta. (kmb/balitv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.