Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono dalam acara High Level Experts and Leaders Panel (HELP) Conference Presidensi G20 Indonesia di Badung, Bali, Jumat (11/11/2022). (BP/Ant)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ibu kota baru nantinya akan diplot jadi salah satu kota paling berkelanjutan, tidak hanya di tingkat Asia namun dunia. Hal itu dikatakan Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono, dalam acara High Level Experts and Leaders Panel (HELP) Conference Presidensi G20 Indonesia di Bali, Jumat (11/11).

“Kami membangun IKN Nusantara menjadi salah satu kota yang paling berkelanjutan tidak hanya di Asia tetapi juga di dunia,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Bambang menjelaskan, hal itu akan terwujud karena pembangunan IKN Nusantara sangat mengutamakan aspek layak huni yaitu memperhatikan lima elemen kota modern masa depan yaitu hijau, cerdas, inklusif, risilient dan berkelanjutan.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Esport

Menurutnya, kelima elemen ini akan membuat IKN Nusantara untuk menjadi ramah alam, berorientasi pada manusia dan memiliki akses yang sangat baik dan layanan perkotaan yang berkualitas.

IKN Nusantara turut dirancang sebagai smart city yakni akan didukung oleh teknologi canggih di berbagai bidang termasuk dalam pengelolaan sumber daya air dan pembuangan limbah.

Bahkan pemerintah merancang IKN Nusantara untuk menjadi Kota Hutan Lestari yaitu hanya sekitar 25 persen dari seluruh IKN yang akan menjadi lingkungan terbangun.

Baca juga:  Magic Mushroom Marak di Kuta, Polisi Targetkan Sapu Bersih

Sementara 75 sisanya akan dipertahankan sebagai kawasan hijau, termasuk 65 persen dari kawasan akan tetap menjadi hutan tropis yang berperan sebagai penyerap karbon.

Bambang menjelaskan penciptaan hutan tropis dilakukan melalui proses penghijauan untuk melestarikan ekologi dan meningkatkan penyerapan air untuk mengurangi risiko banjir termasuk menyerap karbon. “Ini dikombinasikan dengan area terbangun yang sangat terkontrol sehingga memungkinkan otoritas untuk meminimalkan emisi karbondioksida di kota (IKN Nusantara),” jelasnya.

Baca juga:  Hujan Deras Disertai Petir Landa Denpasar, Permukiman di Jalan Pura Demak Kebanjiran

Oleh sebab itu, IKN Nusantara yang saat ini masih dalam tahap pembangunan infrastruktur nantinya akan menjadi kota netral karbon pada 2045.

IKN Nusantara yang akan menjadi kota netral karbon pada 2045 tersebut akan berkontribusi terhadap upaya Indonesia dalam mewujudkan target Nationally Determined Contribution (NDC) sekaligus Paris Agreement. “Membangun IKN Nusantara adalah proses pembangunan dengan konsep gotong royong. Upaya bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru yang menawarkan kesempatan sama bagi semua,” kata Bambang. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN