Jalur Denpasar-Gilimanuk yang masuk kawasan Jembrana dikeluhkan karena berlubang. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Di sepanjang Jalan nasional Gilimanuk-Denpasar belakangan kembali rusak. Di sejumlah ruas jalan khususnya di arah menuju Denpasar banyak berlubang. Sejumlah pengguna jalan khususnya kendaraan pribadi sering mengeluhkan kondisi jalan utama Jawa-Bali ini. Apalagi di jalur ini banyak titik rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Sejumlah pengendara sepeda motor mengungkapkan kekhawatirannya dengan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang itu. Setiap hari lubang tambah melebar dan banyak, terutama di sejumlah titik tikungan dan tanjakan. Jalan tergenangi air saat hujan, sehingga lubang cepat membesar. “Kalau siang masih kelihatan, kalau malam dan hujan ini yang berbahaya. Sebaiknya agar segera diambil langkah sebelum menelan korban,” terang Dika (30), seorang pengguna sepeda motor asal Pendem, Negara akhir pekan lalu.

Dika pun belum lama ini mengalami kecelakaan di jalan Gilimanuk-Denpasar akibat lubang di jalan. Walaupun hanya mengalami lecet di lutu kaki, namun pihaknya meminta agar pihak terkait (Balai Jalan) untuk menindaklanjuti ini. Jangan sampai ada korban hanya karena infrastruktur jalan rusak.

Baca juga:  Selama 6 Bulan, 240 Orang Tewas di Jalan

Sementara itu, dari pengamatan di sejumlah titik ruas jalan Denpasar-Gilimanuk masuk wilayah Kecamatan Pekutatan dan Mendoyo banyak didapati jalan berlubang maupun bergelombang. Yang paling terlihat di wilayah perbatasan, Desa Pengeragoan atau Pantai Yeh Leh.

Di areal wisata pantai pinggir jalan ini banyak ditemui jalan yang berlubang, salah satunya di tikungan perbatasan Jembrana-Tabanan. Di kawasan ini juga sering digunakan untuk singgah kendaraan bermotor untuk menikmati pemandangan pantai berbatu itu.

Di wilayah Mendoyo, sejumlah lubang di jalan utama ini juga nampak sudah ditambal namun belum semuanya. Termasuk di jalan Sudirman, Kota Negara juga sudah nampak bergelombang di jalur sisi Utara atau arah dari Gilimanuk ke Denpasar. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.