Benoa
Pelabuhan Benoa, Denpasar. (BP/dok)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Pengembangan proyek Pantai Boom yang dilakukan Pelindo III, bertambah. Selain membangun dermaga marina, perusahaan plat merah ini melirik pengembangan dermaga untuk kapal katamaran atau kapal cepat.

Kapal ini direncanakan melayani rute Banyuwangi langsung ke Benoa, Bali. “Kita juga bakal membuka pelabuhan untuk kapal jenis katamaran, dalam satu bulan setengah ke depan. Kendaraan dari Pulau Jawa, tidak perlu lewat jalan darat lagi, tapi bisa langsung ke Benoa Bali,” ungkap Direktur Utama Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Banyuwangi, Sabtu (21/10).

Dengan dioperasikannya kapal jenis katamaran sendiri, akan menjadi moda transportasi alternatif yang menghubungkan Banyuwangi langsung ke Benoa, Bali. Selama ini, akses ke Bali hanya bisa dilalui melalui Pelabuhan Ketapang dengan menggunakan kapal ferry. Sedangkan penerbangan dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi terkendala slot time di Bandara Ngurah Rai, Bali yang padat. Pihaknya menargetkan sebelum 1 Desember mendatang, jalur tersebut bisa beroperasi.

Untuk kebutuhan tersebut, Pelindo III akan menambah jumlah investasinya di Pantai Boom. “Kita tambah lagi investasinya di sini (proyek Pantai Boom), dari semula Rp 200 miliar menjadi Rp 300 miliar untuk percepatan pembangunan Marina dan keseluruhan pembangunan di Pantai Boom ini,” jelasnya.

Proses pembangunan Marina Boom sendiri, kata Askhara, ditargetkan bisa beroperasi dalam 2 bulan ke depan. “Untuk ponton dan yacht (di Marina Boom), saya rasa dua bulan sudah bisa selesai. Sehingga, nanti bisa mengenalkan Banyuwangi kepada para wisatawan,” paparnya.

Baca juga:  Oknum Syahbandar Benoa Kena OTT

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah cepat Pelindo III. Meski pembangunan Marina Boom sempat meleset dari target semula karena adanya perubahan Rencana Induk Pelabuhan, tapi komitmen untuk pengembangan di Banyuwangi akan terus dipercepat. “Sejak awal kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dalam mengembangkan Banyuwangi. Jadi, ini bagus. Pelindo III menjadikan Banyuwangi salah satu prioritas pembangunan,” ungkap Anas.

Dengan adanya aksesibilitas antara Banyuwangi dan Bali di jalur laut, harap Anas, bisa mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi. “Ini penting untuk aksesibilitas para wisatawan dari Bali yang ingin ke Banyuwangi. Sehingga tak lagi sulit dalam proses perpindahannya,” imbuhnya.

Selain itu, pengembangan Marina Boom ini juga bisa beriringan dengan pengembangan Bandara Blimbingsari yang kedepannya ditangani langsung oleh Angkasa Pura II. “Jadinya, kalau Bandara Blimbingsari menjadi pendukung bandara di Bali dalam acara World Bank besok, tidak perlu berpikir ulang akses ke Balinya. Karena telah ditunjang dengan adanya Marina ini,” pungkas Anas. (BUdi Wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.