Onny Widjanarko. (BP/may)
DENPASAR, BALIPOST.com – Bank Indonesia mengembangkan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Cita-cita yang dimiliki sejak 15 tahun lalu itu akhirnya bisa terealisasi.

Sistem GPN merupakan sistem yang terdiri atas standar, switching, dan service yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme untuk mengintegrasikan berbagai instrumen (kartu debit, kartu kredit, unik/uang elektronik) dan kanal pembayaran (ATM, EDC) secara nasional. Demikian disampaikan Kepala Pusat Program Transformasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, Jumat (20/10) di Grha Tirta Gangga, Gedung KPw BI Provinsi Bali. Selama ini, penerbit kartu menempatkan kanal pembayaran sendiri untuk dapat menerima transaksi kartu yang diterbitkannya. “Semuanya cenderung sendiri-sendiri. Akhirnya setiap EDC, device tidak bisa menerima semua kartu,” ujarnya.

Dengan GPN, semua kartu bisa diterima di semua ATM, EDC sehingga memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Selain itu, akibat transaksi yang selama ini dilakukan di sistem milik orang asing, fee based income transaksi cukup banyak yang lari ke luar negeri. Sehingga potensi pajak pun hilang.

Tujuan dibangunnya sistem GPN ini adalah terjadinya interkoneksi yaitu keterhubungan antara jaringan switching yang satu dengan jaringan switching yang lainnya. Selain interkoneksi switching juga akan terjadi interkoneksi kanal pembayaran. Selain itu juga akan terjadi interoperabilitas kanal pembayaran dan interoperabilitas instrumen pembayaran. Dengan GPN, data ada di domestik.

Baca juga:  GenBI Gelar Baksos di Ularan

Transaksi yang dilakukan di domestik, maka prosesnya pun akan dilakukan di domestik (Indonesia). Dengan demikian dapat tercipta sistem pembayaran yang aman, lancar dan efisien. “Efisien karena lebih murah. MDR/biaya transaksi pembayaran yang semula 2-3 persen itu bisa turun menjadi 0,2 -1 persen,” jelasnya.

Dengan GPN pihaknya memprediksikan banyak efisiensi yang akan terjadi. Seperti dengan adanya ATM link, dimana nasabah Bank Himbara dapat menggunakan kartunya di semua ATM Himbara. Sehingga dapat menghemat biaya pengadaan dan perawatan hingga triliunan. Dengan GPN ini juga dipercaya akan dapat melakukan efisiensi itu.

Sistem GPN ini ditargetkan terealisasi Desember 2017. Namun pada intinya adalah bank issuer dan acquirer dapat terkoneksi terlebih dahulu dengan switching. “Di Desember 2017 itu terkoneksi di satu switching dan Juli 2018 terkoneksi di dua switching. Jadi selambat-lambatnya di bulan Juni 2018, kartu bank apapun bisa diterima di EDC siapun dan ATM manapun,” imbuhnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.