Longsor
Kondisi jalan di Tempek Kangin Desa Demulih Susut yang tertimbun longsor. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan kepala keluarga (KK) di Tempek Kangin Desa Demulih, Kecamatan Susut kini terisolir akibat ruas jalan yang ada di wilayah setempat tertimbun material tanah longsor. Bencana tanah longsor itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bangli selama seharian pada Rabu (17/10).

Seorang warga setempat, Ketut Apriawan saat ditemui di lokasi Kamis (19/10) mengatakan selain menimbun ruas jalan yang ada di depan rumahnya, material tanah yang diakibatkan dari longsoran tebing setinggi 30 meter tersebut juga menghancurkan sebuah pelinggih penunggun karang dan tembok rumah miliknya.

Didampingi istrinya Komang Merta Asih, Apriawan menuturkan bencana tanah longsor yang terjadi persis di depan rumahnya itu berlangsung sekitar pukul 14.00 wita. Ketika bencana itu terjadi, hujan mengguyur dengan intensitas cukup lebat.

Saat kejadian dia mendengar adanya suara gemuruh dari luar rumah diikuti longsoran material tanah yang menghantam tembok dan pelinggih di rumahnya serta menimbun ruas jalan di sekitarnya. Karena khawatir terjadi longsor susulan mengenai bangunan rumah yang ditempatinya, Apriawan bersama keluarganya pun langsung memilih mengungsi ke tempat kerabatnya. “Kemarin kami terpaksa mengungsi ke selatan di rumah keluarga karena khawatir ada longsor susulan,” ujarnya.

Apriawan mengatakan, bencana tanah longsor di dekat rumahnya ini bukan kali pertama. Setidaknya sudah empat kali bencana serupa terjadi. Hanya saja bencana tanah longsor kali ini diakuinya yang terparah. Jika hujan deras masih terus terjadi, tidak menutup kemungkinan dirinya dan keluarganya akan mengungsi kembali ke rumah kerabatnya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. “Karena kalau melihat kondisinya kemungkinan akan longsor masih ada,” imbuhnya.

Baca juga:  Hujan Deras, Sejumlah Lokasi di Bangli Dilanda Longsor

Sritami warga lainnya mengatakan akibat tertimbunya ruas jalan di Tempek Kangin, puluhan KK yang ada di utara wilayah yang terkena longsor kini terisolir. Karena jalan tak bisa dilalui sama sekali akibat tingginya material tanah yang menimbun, warga yang hendak menuju pusat desa terpaksa memutar melintasi jalan di tegalan yang dipenuhi semak. “Tembusnya di jalan utama dekat selip. Siswa yang mau sekolah juga lewat disana,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Demulih I Nyoman Wijana mengatakan sedikitnya ada 30 an KK yang kini terisolir akibat tanah longsor. Terkait kejadian itu, pagi kemarin Camat Susut Agung Bintang Sutari, Dinas PU dan BPBD sudah sempat meninjau langsung lokasi longsor. Karena alat berat milik Dinas PU masih di Kintamani, upaya pembersihan belum bisa dilakukan Kamis kemarin. Untuk mencegah terjadinya longsor kembali, rencananya tebing tanah yang ada di sekitar lokasi nantinya akan ditata. “Sementara warga yang terisolir lewat jalan ke tegalan,” katanya.

Terpisah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi mengatakan, untuk membersihkan material tanah longsor akan dilakukan menggunakan alat berat ekskavator. “Sementara ini alat berat masih di Kintamani dan diusahakan akan segera dibawa ke Demulih,” kata Agus. (dayu rina/balipost)

 

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Bangli… bangli satu kabupaten hy memiliki 1 atau 2 alat berat sajakah???? pak bupati yang terhormat saya salah satu warga bapak kena dampak ttanah longsor tersebut, mohon perhatikan kami apalagi sebentar lagi hari raya galungan yang tentu kami sangat membutuhkan akses jalan tersebut sebisa mungkin bapak bupati melalui PU bangli bisa membantunya dan akan lebih baik lagi jl tersebut diteruskan menjadi jl lingkar kami dan penduduk di sekitar sudah siap mengibahkan tanah kami un tuk menjadi jalan raya.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.