Gunung Agung. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Gempa Tremor Nonharmonik sejak beberapa hari lalu terus terekam alat seismograf. Pada Rabu Pukul 00.00 Wita sampai dengan 12.00 Wita terekam dua kali gempa Tremor Nonharmonik dengan durasi 88-140 detik. Dan pukul 18.00 Wita sampai 24.00 Wita kembali terakam dua kali gempa Tremor Nonharmonik.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG ESDM I Gede Suartika, gempa pada Pukul 21.42 Wita, durasinya cukup panjang yakni dari 74-670 detik. Kalau dimenitkan sekitar 1 menit sampai 11 menitan. Gempa Tremor Nonharmonik ini merupakan gempa paling terlama semenjak gempa tersebut muncul.

Sepanjang Rabu (18/10) kegempaan akibat aktivitas Gunung Agung kembali menembus angka seribu lebih. Namun yang menjadi perhatian yakni kegempaan Tremor Nonharmonik yang berlangsung empat kali sepanjang 24 jam. Dan satu yang terakhir berdurasi paling panjang yakni dari 74-670 detik sekitar 1 menit hingga 11 menitan.

Durasi tersebut jauh lebih lama dari durasi gempa Tremor Nonharmonik yang terjadi Rabu pagi hari kemarin dan pada 12 Oktober serta13 Oktober lalu. Lantaran saat itu durasi gempa Tremor Nonharmonik hanya antara 70-160 detik atau 1-3 menit. Sementara pada Pukul 00.00 Wita sampai 06.00 Wita, Kamis (19/10) kembali terjadi sekali Gempa Nonharmonik dengan durasi 143 detik.

Selain mencatat gempa Tremor Nonharmonik dengan durasi cukup panjang yang terjadi pukul 2I.42, secara total kegempaan sepanjang Rabu juga kembali meningkat signifikan menembus angka seribuan lebih tepatnya 1.047 kali. Sementara Kamis (19/10) per pukul 00.00 Wita sampai 12.00 Wita telah terjadi 623 gempa dengan rincian vulaknik dalam 421, vulkanik dangkal, 116 dan tektonik lokal 86 kali.

Baca juga:  Kotor, Pantai Candikusuma Banyak Sampah

Namun sayang dari pemantauan visual, asap kawah tak bisa teramati. Ini lantaran kabut dan mendung dengan rajin terus menutupi tubuh hingga puncak gunung yang memiliki ketinggian 3142 mdpl.

Ia mengungkapkan, aktivitas Gunung Agung terus mengalami peningkatan. Bahkan dari segi kegempaan sejak dua hari terakhir terus meningkat. Bahkan Per Rabu (18/10) kegempaan kembali naik mencapai 1000 lebih. “Ketika ada gempa terasa, maka gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal dan tektonik lokal pasti akan meningkat,” ungkapnya.

Ia mengutarakan gempa tremor nonharmonik yang mencapai 11 menitan ini merupakan gempa paling terlama semenjak terjadinya gempa Tremor Nonharmonik sebelumnya. “Ini artinya menunjukkan tekanan fluida magmatik yang terjadi di dalam Gunung Agung semakin besar. Dan terus mencoba menerobos ke permukaan. Tapi sampai saat ini belum berasil. Karena lempeng sejauh ini masih mampu menahan tekanan energi tersebut,” ungkap Suartika.

Dengan kembali munculnya gempa Tremor Nonharmonik terakhir yang durasinya cukup panjang ini, kata Suartika, gempa-gempa terasa terus terjadi. Potensi untuk terjadinya gempa Tremor Nonharmonik ini mungkin durasinya akan lebih panjang. “Itu tergantung banyak sedikitnya gempa terasa. Kalau gempa terasa semakin banyak, kemungkinan terjadinya gempa Tremor Nonharmonik bisa lebih panjang. Begitu juga sebaliknya, kalau gempa terasa semakin jarang, durasi gempa Tremor Nonharmonik semakin pendek,” tegas Suartika. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.