Hujan lebat yang mengguyur Mendoyo, Jembrana membuat tanggul Sungai Pergung jebol. (BP/ist)
NEGARA, BALIPOST.com – Hujan lebat yang terjadi dalam dua hari mengakibatkan banjir bandang di Sungai Pergung, Mendoyo, Selasa (17/10). Bahkan sungai yang menjadi pembatas Desa Mendoyo Dangin Tukad dengan Desa Pergung tersebut tidak kuat menampung volume air.

Kondisi tersebut menyebabkan tanggul sungai Pergung jebol pada sisi barat. Bahkan jebolnya di dua titik sepanjang sekitar 50 meter. Kondisi ini menyebabkan hektaran tanaman palawija di Subak Pecelengan Pedukuhan, Desa Mendoyo Dauh Tukad terancam gagal panen.

Sebelumnya tanggul sungai ini di sisi selatan sempat jebol dan sudah diperbaiki. Dengan jebolnya tanggul Sungai Pergung tersebut, air sungai bercampur lumpur dan sampah meluap masuk ke areal persawahan milik petani di subak tersebut. Padahal pada musim ini hektaran sawah di subak tersebut berisi tanaman palawija, seperti kedele, kacang dan lainnya.

Salah seorang warga Putu Sumagiyasa Selasa (17/10) mengatakan air sungai sangat besar masuk ke sawah-sawah petani. Itu karena tanggul sungai jebol. Tanaman kedele petani terencam lumpur, dipastikan tidak bisa dipanen. Menurutnya, tanggul sungai Pergung jebol di dua titik pada sisi barat sungai sepanjang sekitar 50 meter, terjadi dini hari tadi sekitar pukul 01.30 karena air sungai meluap akibat turunnya hujan deras.

Baca juga:  Ini Penampakan TPS Pergung yang Diubah Jadi Taman

Perbekel Mendoyo Dangin Tukad I Gusti Agung Kade Bambang Sumitra dikonfirmasi membenarkan bencana tersebut. Bahkan pihaknya sudah turun ke lokasi untuk mengecek serta telah melaporkannya kepada Pemkab Jembrana.

MTanggul Sungai Pergung tersebut jebol di sisi barat pada dua titik sepanjang 50 meter lebih. Titik jebol pertama pada ujung timur proyek batu bronjong yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

Dikatakannya pada titik ini panjangnya yang jebol sekitar 25 meter lebih. Akibatnya air sungai bercampur lumpur dan sampah masuk ke sawah-sawah warga.

Sedang titik jebol kedua terjadi sekitar 1 kilometer di sebelah selatan titik jebol pertama. Panjang jebolnya hampir sama dengan titik pertama, yakni sekitar 25 meter lebih. Pada titik jebol kedua air sungai juga masuk ke sawah-sawah warga yang berisi tanaman palawija.

Terkait bencana tersebut, pihaknya meminta pihak pemerintah segera melakukan penanganan karena jika tidak ditangani hektaran sawah milik petani tidak bisa berproduksi. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.