Ilustrasi
BANGLI, BALIPOST.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli menangani empat pasien pengungsi Gunung Agung yang terjangkit penyakit demam berdarah (DB). Dari keempat pasien tersebut, tiga diantaranya kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya masih harus menjalani rawat inap.

Berdasarkan data di RSU Bangli, empat pengungsi yang terjangkit DB tersebut yakni Putu Krisna Satya Pratama (14) pengungsi asal Besakih yang mengungsi di Pos Pengungsian Bebalang, Kadek Diah Kusuma Wardani (1,4 tahun) pengungsi asal Buayang Kangin Bebandem yang mengungsi di Pos Pengungsian Kayubihi, I Kadek Ardana (5) pengungsi asal Desa Sebudi dan Made Suartana (3) pengungsi asal Besakih yang mengungsi di Pos Pengungsian Kubu Bangli. Keempat pasien tersebut masuk ke RSU pada 30 September, 5, 9 dan 10 Oktober lalu.

Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSU Bangli Purnama, Jumat (13/12) mengatakan, setelah mendapat perawatan medis, tiga pasien yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang. Sementara satu pasien lainnya atas nama Made Suartana (3) hingga kemarin masih harus menjalani rawat inap. “Sekarang masih dirawat di ruang Jempiring. Kondisinya secara umum sudah membaik,” terangnya.

Baca juga:  Pengungsi di GOR Swecapura, Mulai Alami Gangguan Kesehatan

Purnama menambahkan, setiap hari pihaknya rutin melaporkan data perkembangan pasien pengungsi yang dirawat ke RSU Bangli ke Dinas Kesehatan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangli dr. Nengah Nadi melalui Kasinya Nyoman Sudarma dikonfirmasi terpisah mengatakan, untuk mencegah munculnya penyakit DB di pos-pos pengungsian, Dinkes Bangli sudah melakukan fogging ke seluruh pos pengungsian yang ada. Sudarma menyebutkan, pos pengungsian yang sudah sempat difoging belum lama ini seperti di Banjar Kawan, Bebalang, Yangapi, Kubu dan Kayuambua. “Semua pos pengungsi sudah kita lakukan foging. Itu langkah antisipasi kita sesuai protap,” terangnya.

Sudarma mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan medis yang dilakukanya, keempat pasien tersebut dipastikan terjangkit penyakit DB di luar wilayah Bangli. Meski demikian dengan adanya kasus DB yang menjangkit pengungsi pihaknya mengaku akan terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan fogging. “Biar tidak terjadi penularan kasus, kita akan rencanakan fogging seminggu sekali,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.