Wisatawan melakukan rafting di Telaga Waja, Kamis (12/10). (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Semenjak Gunung Agung berstatus awas, 22 September lalu, kunjungan wisatawan ke tempat-tempat wisata yang ada di Karangasem menurun. Di wisata rafting, kunjungan turun sampai kisaran 50 persen.

Seperti diungkapkan pelaku wisata rafting, I Made Agus Kertiana, Kamis (12/10). Ia mengatakan usahanya, Bali Mitra Wahana (BMW) di Desa Rendang mengalami penurunan jumlah kunjungan hingga 50 persen.

Kata dia, agar tamu tidak merasa was-was, pihaknya meyakinkan agen kalau lokasi rafting ini masih berada di posisi aman karena tidak masuk zona merah. “Kalau sebelumnya sehari tamu yang datang untuk berwisata rafting bisa mencapai ratusan. Tapi semenjak Gunung Agung awas, kunjungan yang datang hanya puluhan. Bahkan saat tutup banyak tamu yang hendak datang ke sini saya cancel,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejak 22 September sampai dengan 2 Oktober, usahanya memang sempat tutup. Penutupan itu menyusul hampir semua karyawan panik dan mereka ikut mengungsi. Namun, sejak kondisi dilihat mulai membaik, akhirnya usahanya kembali buka.

Baca juga:  Dua Pemedek Cidera Saat Ritual ‘’Pakelem’’ di Gunung Agung

“Ini masalahnya menyangkut banyak perut orang. Dengan situasi seperti ini saya tidak memikirkan untung. Yang penting bagaimana dengan jumlah karyawan 201, saya bisa membayar gaji mereka. Dan kita memang sudah meningkatkan kewaspadaan dari sebelumnya,” terangnya.

Selama ini wisatawan yang mengunjungi dominan berkunjung wisatawan Tingkok dan Arab. Sedangkan widom hanya beberapa.

Sementara itu, wisatawan asal Spanyol yang hendak rafting, Ana, mengakui, kalau dirinya berada di Bali sudah sejak enam hari lalu. Kata Ana, sebelum berwisata rafting ke BMW Rendang ini, dirinya sudah sempat mengelilingi sejumlah objek wisata di selatan.

Menurut Ana, kalau dirinya juga memang sudah mengetahui Gunung Agung berstatus awas. Meski begitu dirinya tidak merasakan takut sama sekali. Karena dilihat sejauh ini masih aman dan belum terjadi apa-apa. “Saya tidak takut. Di sekitar masih aman. Saya senang berwisata tantangan seperti rafting ini. Dan saya bahagia bisa mengunjungi Bali,” ucap Ana. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.