Pohon tumbang di pejaten, Kediri, Tabanan. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Sejak dua hari terakhir bencana pohon tumbang kembali terjadi diseputar wilayah Kabupaten Tabanan yang merusak rumah warga maupun fasilitas umum. Minggu (8/10), pohon kresek tumbang menghancurkan beji Desa Pekraman Pejaten, Kediri. Akibatnya, sebuah pelinggih dan pemandian rusak tertimpa pohon berdiameter sekitar 4 meter tersebut.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Saat itu Tabanan diguyur hujan deras. Sebuah pohon besar jenis kresek yang tumbang di sekitar beji Desa Pakraman Pejaten tiba-tiba tumbang melintas di areal beji. Akibatnya , sebuah pelinggih dan pemandian di beji tersebut rusak berat. Belum diketahui kerugian secara pasti akibat kejadian tersebut diperkirakan puluhan juta rupiah.

Petugas TRC BPBD Tabanan dipimpin Kasi Kedaruratan dan Logistik Putu Trisna Adiatmika langsung turun ke lokasi. Petugas harus berhati-hati melakukan pemotongan  kayu berdiameter empat meter tersebut.

Sebelum pemotongan diawali persembahyangan oleh warga setempat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kerja keras petugas TRC BPBD dibantu warga, pohon tersebut berhasil disingkirkan. “Butuh kerja keras petugas untuk menyingkri batang kayu kresek yang besar dan medannya sulit,” jelas Kepala Satlak BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita.

Baca juga:  Pelinggih Pura Bale Banjar Ambengan Ditimpa Pohon Kelapa

Selain di Pejaten Kediri, pohon tumbang juga terjadi di Banjan Pujuan Luwus, Baturiti. Sebuah pohon kresek tumbang menimpa rumah bapak Budana. Pohon tersebut tumbangsekitar pujkul 04.00 wita setelah daerah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang. Petugas BPBD kemudian turun menyingkirkan dahan pohon yang mengenai rumah korban. Tak urung rumah korban mengalami kerusakan cukup parah.

Sehari sebelumnya pohon tumbang menimpa rumah di Banjar Kamasan, Dajan Peken, Tabanan serta pohon beringin di Banjar Sembunga Gede Kelod, Sembung Gede, Kerambitan tumbang ke arah jalan umum Denpasar Gilimnauk. Akibatnya, jalur tersebut mengalami kemacetan cukup lama selama evakuasi pohon tersebut. Sementara itu tembok penyengker warga di Banjar Riang Gede Kaja, Riang Gede, juga ambrol akibat hujan deras.

Ngurah Sucita meminta warga untuk waspada. Pasalnya, dengan datangnya musim hujan diserta angin kencang sangat rawan terjadi pohon tumbang, longsor dan bencan alam lainnya. Pihaknya meminta warga tetap waspada dan segera menginformasikan kepada aparat setempat bila terjadi bencana untuk dapat segera ditangani. “Masyarakat harus waspada pada musim hujan dan angin ini,” pintanya.(puspawati/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.