kepsek
Ilustrasi
NEGARA, BALIPOST.com – Diduga melakukan pelecehan terhadap siswi, seorang oknum Kepala Sekolah di Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo dilaporkan ke Polres Jembrana, Minggu (8/10). Oknum Kepsek IBPS, diduga melakukan pelecehan dengan mencium bibir serta remas payudara saat berada di areal sekolah. Korbannya, tiga siswi kelas VI secara bergiliran.

Kejadian terungkap setelah salah seorang siswi menyampaikan kejadian ini kepada orangtuanya. Korban mengaku sering dicium mulutnya dan diremas payudara saat jadwal piket pagi. Dari keterangan orangtua yang melapor, mereka mengaku tidak terima perlakuan oknum kepsek itu hingga akhirnya melapor ke Polres.

Salah satu siswi mengaku menyampaikan kepada orangtuanya bahwa juga ada dua siswi teman sekelasnya yang juga mengalami hal serupa. Dan ketika dihubungi keduanya, ternyata mereka juga mengalami kejadian sama. Kebetulan para siswi ini tinggal berada di satu banjar.

Ketiga anak ini mengaku sudah beberapa kali dilecehkan. Ada yang dua kali, empat kali bahkan ada yang enam kali. Mereka juga mengaku mendapatkan ancaman tidak diluluskan bila mengadu kepada orang lain.

Baca juga:  Masih Ada Dua Orang Jaringan Makelar Kasus di Buru Polisi

Tindakan ini dilakukan tidak bersamaan namun secara bergiliran. Saat piket pagi membersihkan ruang kepala sekolah tindakan itu dilakukan.

Saat melapor ketiga ayah korban didampingi Kelian Dinas, Made Alit Wiryawan, Kelian Adat, Made Suama, beserta Ketua Komite SD bersangkutan, Gusti Putu Muliyadi.

Sebelumnya sempat dilakukan rapat Banjar, Sabtu (7/10) lalu setelah kasus ini terungkap. Selain telah dilakukan rapat Banjar juga rencananya akan digelar rapat di SD bersangkutan. Mereka pun berharap kasus pelecehan seksual ini, dapat segera ditangani pihak aparat penegak hukum, maupun sejumlah pihak terkait lainnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai membenarkan adanya laporan tersebut dan masih mendalami. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.