Piodalan
Warga saat ngaturang piuning di Pura Penataran Agung Besakih, Senin (2/10). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Piodalan di Pura Penataran Agung Besakih pada Purnama Kapat yang jatuh Kamis (5/10) tetap dilaksanakan. Kendati Gunung Agung saat ini berstatus awas sebagaimana disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB), namun aktivitas persiapan piodalan tetap dilakukan warga. Senin (2/10), rangkaian prosesi piodalan diawali dengan ngaturang bhakti piuning.

Menurut Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiarta, meskipun sampai sekarang Gunung Agung masih level awas, akan tetapi persembahyangan atau piodalan pada Purnama Kapat yang jatuh pada Kamis (5/10) akan tetap dilaksanakan di Pura Penataran Agung seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, sifatnya internal yang hanya dilaksanakan oleh prajuru Desa Adat Besakih saja.

“Kami sudah bersurat kepada Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika kalau piodalan Purnama Kapat akan tetap  berjalan seperti biasa. Sesuai dengan upacara yang sama pada tahun sebelumnya. Kami juga tidak mengundang siapapun saat upacara piodalan nanti,” ungkap Mangku Widiartha.

Jro Widiartha menegaskan, pelaksanaan upacara piodalan Purnama Kapat tetap dilaksanakan karena pihaknya tidak ingin memotong begitu saja setiap upacara -upacara keagamaan yang akan dilakukan di Besakih. Karena upacara piodalan pada Purnama Kapat nanti juga sekaligus sebagai upaya untuk ngastiti bhakti kepada Ida Bhatara yang beristana di Gunung Agung untuk memohon supaya Gunung Agung tidak jadi meletus.

“Kami Desa Adat tetap mengindahkan aturan-aturan yang diberikan oleh pemerintah kalau Besakih masuk zona merah. Tapi di sisi lain kami tetap menjalankan upacara sesuai kepercayaan dan tidak akan memotong upakara-upakara yang akan di gelar di Pura Besakih. Karena kami tetap menghormati upacara keagamaan,” ucap Jro Widiartha.

Dia menjelaskan, untuk perlengkapan upakara yang akan dilaksanakan saat piodalan pada Purnama Kapat, Widiartha menjelaskan kalau masalah banten sudah sesuai dengan perencanaan.

Baca juga:  Picu Lakalantas, Warga Besakih Keluhkan Batu Kerikil Bersekaran di Jalan

Menurutnya, banten upacara kemungkinan sudah dibuat di tempat pengungsian. “Kalau banten upakara tidak ada masalah. Karena sudah dibuat sesuai rencana awal. Banten di buat di pengungsian,” tegas Jro Mangku Widiartha.

Sementara itu pemangku Pura Penataran Agung Jro Mangku Sueca mengungkapkan,  pelaksanaan piodalan saat Purnama Kapat memang tetap berjalan. Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari seperti pemasangan umbul-umbul dan perlangkapann yang lain. Bahkan pada Senin (2/10) diawali dengan ngaturang piuning di sejumlah pelinggih dan pura di Besakih dan nunas tirta di beberapa tempat yakni tirta di Watu Klotok, Tirta Kiduling Kerteg, Tirta Pingit, Tirta Putra dan Tirta Manik Mas.

“Persiapan upacara piodalan pada Purnama Kapat sudah semuanya siap.  Hanya saja empat Sanggar Tawang belum dipasang. Sebentar kita akan pasang sanggarnya,” ungkapnya sembari menyatakan untuk tanggal 4 akan dilaksanakan nedunang Ida Bhatara dan dilanjutkan dengan Mepepada wewalungan.

Jro Mangku Sueca menjelaskan, saat upacara piodalan Purnama Kapat nanti juga tetap akan dilaksanakan pementasan tari-tarian, wayang dan topeng. Karena itu merupakan runtutanya dari upacara yang harus tetap dilaksanakan. “Untuk penarinya dari Denpasar. Begitu juga topeng dan sekaa gongnya juga dari Denpasar,” papar Jro Mangku Sueca.

Bagi warga yang biasanya melaksanakan upacara di paibon (pura keluarga -red) pada saat Purnama Kapat, kata Mangku Sueca tetap melaksanakan upacara yakni ngaturang pekeling dengan memakai banten pejati.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerangkan, kalau situasi masih di rasa aman upacara pada Purnama Kapat bisa dilaksanakan di Pura Agung Besakih dan sekitarnya. Karena ini masalah perasaan. “Asalkan sudah meletus jangan. Kalau masih aman silakan,” terang Mangku Pastika.(eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.