MANGUPURA, BALIPOST.com – Ribuan pelari akan meramaikan Tol Bali Mandara pada Minggu (1/10). Pasalnya ada gelaran BCA Bali Run yang akan mengajak masyarakat hidup sehat, juga bertujuan menarik wisatawan berkunjung.

Menurut Managing director ITDC, Wayan Karioka, pelaksanaan Bali Run ini merupakan satu hal untuk membuktikan, bahwa aktivitas pariwisata masih tetap berjalan pascanaiknya status gunung Agung menjadi awas. Sedangkan untuk tujuan jangka panjang, yaitu bagaimana mengembangkan ekonomi di masyarakat karena, pariwisata merupakan hal yang sangat penting. “Kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah untuk mendatangkan sebanyak 20 juta wisatawan ke Indoneaia tahun 2019,” ucapnya.

Pihaknya mengatakan, untuk mendukung hal itu harus benar-benar disiapkan mulai sekarang. Karena, bila tahun 2019 tiba-tiba kedatangan sebanyak 20 juta wisatawan, tentu semua harus sudah siap baik dari segi infrastruktur, maupun daya dukung lainnya. “Untuk itulah kegiatan Bali Run ini memang merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung atrasksi-atraksi terutama di seputaran Bali selatan dalam hal mendukung target pemerintah terhadap kunjungan wisata,” terangnya.

Selain untuk menarik wisatawan, kegiatan ini, menurutnya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah okupansi hotel. Selama semester 1 tahun 2017 dibandingkan periode sama tahun 2016. Okupansi meningkat dari 50 tahun 2016 menjadi sebesar 75 persen tahun 2017.

Terhadap aktivitas Gunung Agung yang masuk ke level awas, menurut Karioka, belum ada dampak besar terhadap kunjungan wisatawan. “Kami tidak memungkiri, pasti ada wisatawan yang membatalkan rencana kunjungan ke Bali. Namun hal itu tidak terlalu berdampak,” ujarnya.

Baca juga:  Kepulauan Nusa Penida, Pariwisata dan Infrastruktur Masih Timpang

Hal senada disampaikan Kepala kantor wilayah BCA, Frengky Chandra Kusuma, bahwa Bali Run ini menunjang program pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia, khususnya ke Bali. Pihaknya melihat, tren masyarakat selama beberapa tahun terakhir, mulai menyukai olahraga yaitu berlari dan bersepeda.

Untuk Bali Run ini, pihaknya menargetkan sebanyak 3000. “Antusias peserta sangat bagus, dari target 3.000 peserta, sampai saat ini yang mendaftar sudah mencapai 3.700,” paparnya.

Direktur PT Jasamarga Bali Tol, Achmad Tito Karim menambahkan, untuk pelaksanaan Bali Run ini,  sebelumnya direncanakan jalan tol ditutup total. Namun sesuai ijin dari menteri PUPR, hanya diijinkan ditutup sebagian saja. “Pada perinsipnya kita tutup sebagian tanpa mengganggu. Kami mengimbau pengendara yang melintas, agar tidak berkendara dengan kecepatan tinggi,” harapnya.

Sementara, Frank Malonda dari Dunia Lari mengatakan, Bali Run ini akan menjadi lomba lari yang sangat unik. Yang menjadi keunikan yaitu sensasi untuk pertama kali berlari diatas jalan tol Bali Mandara. “Ada tiga kategori yang akan dilombakan, yaitu, 25 K, 10 K dan 5 K,” terangnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.